Nasional

Produksi Naik, Freeport Optimistis Kontribusi ke Negara Tembus Rp120 Triliun per Tahun

IDENESIA.CO – Peningkatan produksi tambang menjadi modal utama PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mendongkrak kontribusi kepada negara. Perusahaan memproyeksikan penerimaan negara dapat melampaui 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp120 triliun per tahun saat operasional tambang mencapai kapasitas produksi penuh.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, kontribusi perusahaan akan meningkat secara bertahap sejalan dengan kenaikan produksi tembaga dan emas dalam beberapa tahun ke depan.

Pada 2026, Freeport memperkirakan kontribusi kepada negara mencapai 2,6 miliar dollar AS.

Nilai itu perkiraanya  naik menjadi sekitar 4,7 miliar dollar AS pada 2027 sebelum akhirnya menembus lebih dari 7 miliar dollar AS ketika tambang beroperasi pada kapasitas normal.

“Begitu masuk kapasitas produksi penuh, penerimaan negara akan bisa melebihi 7 miliar dollar AS per tahun. Kalau dirupiahkan itu kira-kira sekitar Rp120 triliun per tahun,” kata Tony dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Tony menjelaskan, proyeksi kontribusi tersebut berasal dari penerimaan pajak sebesar 3,1 miliar dollar AS, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 1,3 miliar dollar AS, serta dividen sebesar 2,7 miliar dollar AS yang mengalir kepada negara melalui MIND ID.

Target Produksi Tambang Terus Meningkat

Freeport menyusun target produksi yang terus meningkat hingga 2029.

Pada 2026, perusahaan menargetkan produksi 124.000 ton bijih per hari. Produksi tersebut perkiraannya menghasilkan 800 juta pound tembaga dan 700.000 ons emas atau sekitar 21 ton emas.

Setahun kemudian, kapasitas produksi naik menjadi 170.000 ton bijih per hari dengan potensi menghasilkan 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ons emas atau sekitar 31 ton emas.

Freeport kembali meningkatkan target menjadi 208.000 ton bijih per hari pada 2028. Perusahaan memperkirakan produksi mencapai 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ons emas atau sekitar 43 ton emas.

Pada 2029, perusahaan membidik produksi 226.000 ton bijih per hari. Tony menegaskan angka tersebut merupakan kapasitas produksi normal perusahaan.

“Kami sudah hitung ini di atas 200.000 itu adalah level normal atau level 100 persen dari produksi kita,” ujarnya.

Dana Pengembangan Papua Capai 100 Juta Dollar AS

Selain meningkatkan kontribusi kepada negara, Freeport tetap mengalokasikan sekitar 100 juta dollar AS setiap tahun untuk program pengembangan masyarakat di Papua.

Perusahaan memanfaatkan dana tersebut untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan masyarakat adat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di sekitar area tambang.

DPR Minta Manfaat Tambang Lebih Masyarakat Rasakan

Anggota Komisi XII DPR RI Arif Riyanto Uopdana menilai keberlanjutan investasi Freeport akan memberikan kepastian usaha sekaligus menjaga kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional.

“Saya apresiasi karena telah terjadi kesepakatan investasi kembali sebesar 12 persen bersama pemerintah Indonesia. Ini menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia, di mana izin usahanya diperpanjang sesuai usia cadangan,” kata Arif.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading mengingatkan agar peningkatan penerimaan negara berjalan seiring dengan penguatan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

“Yang juga sangat penting adalah perhatian kepada masyarakat di sekitar tambang agar manfaat kehadiran perusahaan benar-benar masyarakat lokal rasakan,” ujarnya.

(Redaksi)

Show More
Back to top button