
IDENESIA.CO – Sagal Abdi-Wali resmi menjadi anggota parlemen Inggris setelah mengucapkan sumpah jabatan di House of Commons pada Senin, 12 Oktober 2026. Politikus Partai Buruh tersebut mencatat sejarah sebagai perempuan pengungsi kelahiran Somalia pertama yang terpilih menjadi anggota parlemen Inggris.
Abdi-Wali mewakili daerah pemilihan Holborn and St Pancras di London. Ia memenangkan pemilihan sela pada 8 Oktober 2026 untuk mengisi kursi yang ditinggalkan mantan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Hasil resmi parlemen mencatat Abdi-Wali meraih 12.292 suara.
Dalam prosesi pengambilan sumpah, Abdi-Wali meletakkan tangannya di atas Al-Qur’an ketika mengucapkan janji kesetiaan kepada Raja Charles III beserta para ahli waris dan penerusnya sesuai ketentuan hukum Inggris.
“Saya bersumpah demi Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa saya akan setia dan memberikan kesetiaan yang tulus kepada Yang Mulia Raja Charles, para ahli waris dan penerusnya, sesuai dengan hukum. Semoga Tuhan menolongku,” demikian bunyi sumpah yang ia ucapkan.
Momen tersebut menandai dimulainya tugas Abdi-Wali sebagai anggota House of Commons. Perjalanan hidupnya dari pengungsi masa kecil hingga menduduki jabatan politik nasional juga menarik perhatian karena berkaitan dengan pengalaman migrasi, keterlibatan masyarakat, dan perjalanan panjang dalam politik lokal.
Sagal Abdi-Wali dan Perjalanan dari Pengungsi Menjadi Anggota Parlemen Inggris
Abdi-Wali datang ke Inggris dari Somalia ketika masih berusia tujuh tahun. Ia bersama keluarganya meninggalkan Somalia dan kemudian membangun kehidupan di Camden, sebuah wilayah di London yang menjadi pusat aktivitas sosial dan politiknya.
Pengalaman tersebut membentuk perjalanan hidupnya di Inggris. Ia tumbuh di lingkungan masyarakat yang beragam dan terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas sebelum memasuki politik elektoral.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Abdi-Wali menyampaikan harapan agar kisah hidupnya dapat menginspirasi orang-orang yang memiliki latar belakang serupa. Ia ingin menunjukkan bahwa pengalaman sebagai pengungsi tidak menghalangi seseorang untuk berkontribusi dalam kehidupan publik.
Ia juga menegaskan kedekatannya dengan Camden melalui pernyataan, “Inilah Camden dan inilah Inggris.”
Pernyataan tersebut menggambarkan hubungan Abdi-Wali dengan lingkungan tempat ia tumbuh dan membangun karier. Baginya, perjalanan menuju parlemen tidak terlepas dari pengalaman hidup serta keterlibatan masyarakat yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Kiprah Sagal Abdi-Wali di Partai Buruh dan Pemerintahan Lokal
Sebelum memasuki parlemen nasional, Abdi-Wali membangun pengalaman politik melalui Partai Buruh dan pemerintahan lokal. Ia aktif menjadi sukarelawan dalam kegiatan komunitas selama bertahun-tahun dan terlibat dalam berbagai organisasi masyarakat.
Keterlibatan tersebut mendahului karier elektoralnya. Pada 2022, Abdi-Wali terpilih menjadi anggota Dewan Camden. Ia kemudian memegang tanggung jawab di bidang perumahan sebelum mencapai posisi pimpinan pemerintahan lokal pada 2026.
Pengalaman di bidang perumahan menjadi salah satu bagian penting dalam rekam jejaknya. Dalam pemerintahan lokal, persoalan tempat tinggal berkaitan langsung dengan kebutuhan warga, termasuk akses terhadap hunian yang layak dan penanganan tunawisma.
Selain menjalankan tugas pemerintahan, Abdi-Wali juga membangun hubungan dengan organisasi sosial dan komunitas setempat. Aktivitas tersebut memberinya pengalaman berinteraksi dengan masyarakat sebelum ia berkompetisi dalam pemilihan parlemen.
Perjalanan itu memperlihatkan jalur kariernya dari kegiatan sukarela, politik lokal, hingga lembaga legislatif nasional. Kini, ia membawa pengalaman tersebut ke House of Commons sebagai wakil daerah pemilihan Holborn and St Pancras.
Tantangan dan Tanggung Jawab Baru di Parlemen Inggris
Sebagai anggota parlemen, Abdi-Wali kini memikul tanggung jawab untuk mewakili kepentingan warga Holborn and St Pancras. Ia memasuki parlemen setelah pemilihan sela yang berlangsung pada 8 Oktober 2026 dan menggantikan Keir Starmer sebagai wakil daerah pemilihan tersebut.
Dalam pernyataan setelah kemenangan pemilihan, Abdi-Wali menyoroti sejumlah persoalan yang ingin ia tangani, termasuk tunawisma dan kesempatan bagi kaum muda. Kedua isu tersebut berkaitan dengan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Pengalamannya dalam pemerintahan Camden dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan warga. Namun, tugas di parlemen nasional memiliki cakupan yang lebih luas karena melibatkan pembahasan kebijakan, pengawasan pemerintah, dan proses legislasi.
Abdi-Wali juga menghadapi harapan dari masyarakat yang melihat perjalanan hidupnya sebagai representasi pengalaman kelompok pengungsi dan komunitas diaspora Somalia di Inggris. Meski demikian, tanggung jawab utamanya tetap mencakup seluruh warga yang ia wakili, tanpa membedakan latar belakang mereka.
Pelantikannya melalui pengucapan sumpah pada 12 Oktober 2026 menjadi tahap awal dalam menjalankan mandat tersebut. Publik selanjutnya akan melihat bagaimana ia membawa pengalaman di tingkat lokal ke dalam pembahasan kebijakan nasional.
Perjalanan Sagal Abdi-Wali menunjukkan rangkaian keterlibatan sosial dan politik yang membawanya dari kehidupan sebagai pengungsi masa kecil menuju parlemen Inggris. Kini, ia memulai babak baru dengan tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan konstituennya melalui lembaga legislatif nasional.
(Redaksi)

