
IDENESIA.CO – SEFAS Group akan mengambil alih 100 persen bisnis jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia. Perusahaan distributor pelumas Shell tersebut akan menjalankan proses pengambilalihan sesuai dengan aturan dan persyaratan yang berlaku.
SEFAS Group sebelumnya telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh bisnis SPBU Shell di Indonesia. Perusahaan memperkirakan proses penyelesaian transaksi berlangsung pada tahun 2026. Kesepakatan ini sekaligus menandai langkah SEFAS Group untuk memperluas bisnisnya ke sektor ritel energi.
Dalam skema tersebut, bisnis SPBU Shell di Indonesia akan berada di bawah kendali SEFAS Group. Namun, pelanggan tetap dapat menemukan merek Shell melalui skema lisensi merek. Skema itu juga menjaga kesinambungan layanan bagi pelanggan, karyawan, dan mitra usaha.
SEFAS Group Perluas Bisnis ke SPBU Shell di Indonesia
SEFAS Group merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman panjang dalam distribusi pelumas Shell di Indonesia. Perusahaan tersebut berdiri pada 1997 dan memiliki dua pengusaha asal Indonesia sebagai pendirinya, yakni Herman Soegeng dan Ricky Roesly.
Herman Soegeng menempuh pendidikan di Oklahoma State University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Bachelor of Business Administration dari universitas tersebut. Herman kemudian mendirikan SEFAS pada Oktober 1997.
Herman saat ini masih menjabat sebagai Komisaris SEFAS Group. Selain menjalankan peran tersebut, profil LinkedIn miliknya mencatat posisi Direktur UCB Indonesia. Ia juga menjalankan aktivitas pelayanan sebagai pastor di Gereja IFGF Jakarta sejak 1998 hingga sekarang.
Sementara itu, Ricky Roesly menempuh pendidikan sarjana di California State University, Fresno. Ia kemudian meraih gelar Master of Business Administration dari City University, Seattle, pada 1995.
Ricky saat ini menjabat sebagai Direktur Utama SEFAS Group. Profil perusahaan menyebut Ricky memiliki kemampuan dalam membaca peluang bisnis dan jaringan yang luas. Kemampuan tersebut membantu SEFAS mengembangkan kelompok usahanya ke berbagai sektor.
Target SEFAS Setelah Akuisisi SPBU Shell
SEFAS Group melihat kepemilikan lokal sebagai fondasi untuk mengembangkan bisnis ritel energi di Indonesia. Perusahaan juga ingin membangun bisnis yang mampu mengikuti kebutuhan energi masyarakat dan perkembangan ekonomi nasional.
CEO SEFAS Group Ricky Roesli menyampaikan ambisi tersebut dalam keterangan resmi pada Rabu, 19 Agustus 2026. Ia mengatakan perusahaan ingin membangun salah satu bisnis ritel energi yang terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia.
Ricky juga menempatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kebutuhan energi sebagai bagian dari arah pengembangan bisnis perusahaan. Pernyataan tersebut menunjukkan fokus SEFAS Group pada pengembangan usaha setelah proses akuisisi selesai.
Bisnis SPBU Shell di Indonesia selanjutnya akan menjalankan operasional di bawah kendali SEFAS Group. Pada saat yang sama, skema lisensi memungkinkan Shell tetap hadir melalui penggunaan mereknya di jaringan SPBU tersebut.
Merek Shell Tetap Hadir di Indonesia
Perubahan kepemilikan bisnis tidak serta-merta menghilangkan merek Shell dari jaringan SPBU di Indonesia. SEFAS Group dan Shell menggunakan skema lisensi merek untuk menjaga kehadiran Shell di pasar Indonesia.
Skema tersebut juga memberikan kesinambungan bagi pelanggan. Selain itu, karyawan dan mitra usaha tetap dapat melanjutkan hubungan mereka dalam ekosistem bisnis SPBU.
SEFAS Group akan mengikuti seluruh aturan dan persyaratan umum dalam proses pengambilalihan. Perusahaan memperkirakan penyelesaian transaksi berlangsung pada tahun ini.
Dengan kesepakatan tersebut, SEFAS Group akan memperoleh kendali atas seluruh jaringan SPBU Shell di Indonesia. Perusahaan kemudian dapat mengembangkan bisnis ritel energi dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki dalam distribusi pelumas Shell.
Langkah ini juga membuka fase baru bagi SEFAS Group. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia kini memperluas cakupan bisnisnya ke sektor ritel bahan bakar.
Bagi pelanggan, perubahan tersebut tetap menghadirkan merek Shell melalui lisensi. Karena itu, bisnis SPBU Shell di Indonesia akan mengalami perubahan pada sisi kepemilikan, sementara layanan kepada pelanggan tetap berjalan melalui skema yang telah disiapkan.
(Redaksi)

