
IDENESIA.CO – Pemerintah Kota Samarinda memulai tahapan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Sebanyak 277 pelajar tingkat SMA sederajat mengikuti proses penjaringan yang berlangsung di halaman parkir Balaikota Samarinda sejak Sabtu (4/4/2026).
Program tahunan ini bertujuan menyaring putra-putri terbaik daerah untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa seleksi ini merupakan instrumen penting dalam memupuk mentalitas pemuda.
Menurutnya, Paskibraka membawa misi yang lebih besar daripada sekadar teknis pengibaran bendera di lapangan.
Pembangunan Karakter dan Integritas Pemuda
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Samarinda menjelaskan bahwa proses seleksi ini menitikberatkan pada pembangunan karakter.
Beliau menilai kedisiplinan dan semangat kebangsaan menjadi fondasi utama bagi setiap peserta. Pemerintah kota ingin memastikan bahwa para kader muda memiliki ketangguhan mental sebelum mengemban tugas negara.
“Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera. Mereka adalah simbol kedisiplinan, integritas, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Saefuddin di hadapan ratusan peserta.
Beliau juga menambahkan bahwa aspek fisik bukan satu-satunya tolok ukur kelulusan. Panitia juga memantau kejujuran serta tanggung jawab peserta selama mengikuti proses.
Wakil Wali Kota Samarinda berharap setiap tahapan mampu membentuk pribadi yang pantang menyerah meski nantinya tidak semua peserta terpilih masuk ke dalam formasi inti.
Antusiasme Pelajar Samarinda dalam Seleksi
Data panitia mencatat sebanyak 277 pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kota Samarinda mendaftarkan diri. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 231 peserta hadir mengikuti pembukaan, yang terdiri dari 139 putra dan 92 putri.
Jumlah ini menunjukkan minat yang sangat tinggi dari generasi muda untuk berkontribusi secara langsung bagi daerah.
Wakil Wali Kota Samarinda memberikan apresiasi tinggi kepada para orang tua dan pihak sekolah yang memberikan dukungan penuh. Beliau menganggap dukungan tersebut sebagai modal penting dalam menjaga semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Beliau berpesan agar seluruh siswa menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Menang atau belum terpilih bukan satu-satunya ukuran. Yang terpenting adalah bagaimana kalian berkembang menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih kuat, dan lebih cinta kepada bangsa,” ucap Saefuddin menekankan pentingnya proses belajar bagi para siswa.
Mekanisme Seleksi yang Transparan dan Objektif
Demi menghasilkan tim yang solid, Wakil Wali Kota Samarinda menginstruksikan panitia agar bekerja secara profesional. Beliau meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) beserta tim seleksi untuk menjaga objektivitas.
Transparansi menjadi kunci agar hasil akhir seleksi benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik dari pelajar Samarinda.
Ketua Pelaksana Seleksi Paskibraka, Neneng Chamelia Santi, memaparkan bahwa rangkaian tes akan berjalan hingga 21 April 2026. Para peserta harus melewati berbagai tahapan berat, mulai dari seleksi administrasi hingga tes kepribadian.
“Seleksi ini adalah perjalanan panjang. Dimulai dari seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, hingga seleksi kesehatan, parade, PBB, kesamaptaan, dan seleksi kepribadian,” jelas Neneng.
Dari ratusan pendaftar tersebut, panitia hanya akan memilih 42 orang terbaik. Nantinya, enam peserta dengan nilai tertinggi akan mewakili Samarinda pada seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, 36 peserta lainnya akan bertugas secara resmi sebagai Paskibraka tingkat Kota Samarinda pada Agustus mendatang. Melalui sistem penjaringan yang ketat ini, pemerintah berharap lahir generasi pemimpin masa depan yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
(Redaksi)

