Sosok

Sosok Idi Amin yang Disebut Mahfud MD, Mantan Presiden Uganda yang Berkuasa Lewat Kudeta

IDENESIA.CO –  Nama mantan Presiden Uganda Idi Amin kembali menjadi sorotan setelah pakar hukum tata negara Mahfud MD menyebutnya saat merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai para pakar.

Mahfud menggunakan Idi Amin sebagai contoh ketika menjelaskan bahwa seseorang yang pernah menduduki jabatan presiden tidak otomatis memiliki kualitas yang sama. Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official dan dikutip pada Selasa (22/9/2026).

“Banyak profesor goblok. Banyak juga presidennya goblok gitu. Tahu contohnya? Idi Amin misalnya, kan presiden juga itu,” kata Mahfud.

Siapa Idi Amin yang Disebut Mahfud MD?

Idi Amin Dada merupakan perwira militer yang kemudian menjadi Presiden Uganda. Ia lahir sekitar 1925 di Koboko, wilayah barat laut Uganda, dan meninggal di Jeddah, Arab Saudi, pada 16 Agustus 2003.

Amin bergabung dengan King’s African Rifles (KAR), satuan militer kolonial Inggris, pada 1946. Kariernya di militer terus menanjak hingga ia mencapai pangkat effendi pada 1959, yang saat itu menjadi pangkat tertinggi bagi tentara kulit hitam dalam satuan tersebut.

Setelah Uganda meraih kemerdekaan dari Inggris pada 9 Oktober 1962, Milton Obote menjadi perdana menteri pertama negara tersebut. Obote kemudian bekerja sama dengan Amin untuk memperbesar kekuatan Tentara Uganda.

Pada 1966, Amin menjabat sebagai komandan angkatan bersenjata Uganda. Hubungan keduanya kemudian memburuk setelah Obote mulai mencurigai Amin menyusul dua percobaan pembunuhan yang gagal dalam beberapa tahun.

Idi Amin Merebut Kekuasaan Lewat Kudeta 1971

Lebih dari 55 tahun lalu, tepatnya 25 Januari 1971, Idi Amin melancarkan kudeta ketika Milton Obote berada di Singapura untuk menghadiri konferensi kepala pemerintahan negara-negara Persemakmuran.

Amin mengambil alih pemerintahan dan kemudian menyatakan dirinya sebagai Presiden Uganda. Britannica mencatat, ia juga mengambil kendali atas angkatan bersenjata setelah berhasil menggulingkan pemerintahan Obote.

Kudeta tersebut mengubah arah politik Uganda. Amin kemudian memerintah negara itu hingga 1979 dengan mengandalkan kekuatan militer dan kendali langsung terhadap pemerintahan.

Pemerintahan Idi Amin Diwarnai Kekerasan

Setelah menguasai Uganda, Amin menghadapi perlawanan dari kelompok yang loyal kepada Obote. Ia kemudian menjalankan berbagai operasi untuk menyingkirkan pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan politik.

Amin juga melakukan penganiayaan terhadap kelompok Acholi dan Lango. Britannica mencatat bahwa sekitar 300.000 orang tewas dan banyak lainnya mengalami penyiksaan selama masa pemerintahannya.

Kekerasan tersebut kemudian membuat Amin mendapat julukan “Penjagal Uganda”.

Selain tindakan terhadap lawan politik, pemerintah Amin juga mengeluarkan berbagai kebijakan yang berdampak besar terhadap masyarakat dan perekonomian Uganda.

Idi Amin Usir Puluhan Ribu Warga Asia

Pada 1972, Amin memerintahkan warga Asia yang tidak memiliki kewarganegaraan Uganda untuk meninggalkan negara tersebut. Kebijakan itu menyasar puluhan ribu warga keturunan India dan Pakistan yang selama ini memainkan peran penting dalam kegiatan perdagangan dan sektor ekonomi Uganda.

Pengusiran tersebut turut memukul perekonomian Uganda. Sejumlah bisnis yang sebelumnya dikelola warga Asia kemudian berpindah tangan, termasuk kepada orang-orang yang dekat dengan pemerintahan Amin.

Britannica mencatat bahwa kebijakan tersebut membuat banyak perusahaan komersial yang sebelumnya dimiliki warga Asia mengalami kemunduran setelah pengelola baru mengambil alih.

Idi Amin Serang Tanzania dan Picu Perang

Memasuki akhir masa pemerintahannya, posisi Amin semakin tertekan. Sejumlah orang yang sebelumnya mendukungnya mulai meninggalkan Uganda dan melarikan diri ke Tanzania.

Amin kemudian menuduh Presiden Tanzania Julius Nyerere mendukung kekacauan di Uganda. Pada Oktober 1978, ia memerintahkan pasukannya menyerang wilayah Kagera Salient di Tanzania.

Serangan itu memicu Perang Uganda-Tanzania. Tanzania kemudian melakukan serangan balasan dan berhasil mengusir pasukan Uganda dari wilayahnya.

Pasukan Tanzania bersama kelompok nasionalis Uganda selanjutnya bergerak masuk ke wilayah Uganda dan menuju Kampala.

Idi Amin Kabur Setelah Kampala Jatuh

Pada 11 April 1979, pasukan Tanzania berhasil merebut Kampala. Kejatuhan ibu kota membuat Amin kehilangan kekuasaan dan melarikan diri dari Uganda.

Amin sempat tinggal di Libya sebelum kemudian menetap di Arab Saudi. Ia menjalani kehidupan dalam pengasingan hingga meninggal dunia pada 16 Agustus 2003 akibat kegagalan fungsi berbagai organ.

Selama sekitar delapan tahun memimpin Uganda, Amin meninggalkan catatan sejarah yang panjang terkait kudeta, kekerasan politik, pengusiran warga Asia, serta konflik bersenjata dengan Tanzania.

Mengapa Mahfud MD Menyebut Idi Amin?

Mahfud menyebut Idi Amin ketika membandingkan kemungkinan adanya orang yang berada di bawah standar dengan orang yang memegang jabatan tinggi. Ia sebelumnya mengakui bahwa tidak semua profesor atau pakar memiliki kemampuan yang sama.

Namun, Mahfud tidak menyamakan seluruh profesor dengan penilaian tersebut. Ia juga tidak memasukkan Prabowo dalam contoh yang ia maksud. Sebaliknya, Mahfud mengatakan Prabowo merupakan sosok yang pandai.

“Tapi soal Prabowo kalau mau membanding-bandingkan, menurut saya Prabowo itu memang pandai, tidak goblok,” ujar Mahfud.

Pernyataan itu muncul setelah Prabowo menyindir sejumlah pihak yang mengaku sebagai pakar dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).

(Redaksi)

Show More
Back to top button