Nasional

SPPG Muhammadiyah Kaltim Resmi Beroperasi, Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda

IDENESIA.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur terus diperluas. Satuan Pelayanan Pemerintah Gizi (SPPG) Muhammadiyah Kalimantan Timur resmi beroperasi di Jalan Siradj Salman, Samarinda, Rabu (25/2/2026), sebagai bagian dari penguatan gizi pelajar dan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Dapur MBG yang berada di Komplek Muhammadiyah Kaltim itu menjadi titik ke-46 secara nasional. Pemerintah daerah bersama Muhammadiyah langsung menggerakkan layanan produksi dan distribusi makanan bergizi untuk sekolah-sekolah sekitar.

Wakil Wali Kota Samarinda Resmikan SPPG Muhammadiyah Kaltim

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, meresmikan operasional dapur MBG tersebut. Ia menegaskan pemerintah memprioritaskan asupan halal dan bergizi untuk mendukung perkembangan intelektual anak.

Menurutnya, makanan bergizi tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Program MBG sendiri menjadi bagian dari kebijakan nasional pada era Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pangan dan gizi sebagai prioritas pembangunan.

“Kalau dikasih asupan baik, nantinya berpikir secara jernih, tahu mana halal dan haram, tahu menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujar Saefuddin.

Ia juga mendorong penambahan dapur MBG di bawah naungan Muhammadiyah agar jangkauan layanan semakin luas di Samarinda dan kabupaten/kota lain di Kaltim.

“Saya yakin kalau Muhammadiyah dikasih satu (dapur) kurang nanti. Kalau sama ketua Muhammadiyah saya wah ini kira-kira tiga atau empat dulu lah. Moga-moga selekasnya untuk dibuka lagi nanti,” katanya.

Ia berharap program MBG dapat berjalan konsisten serta perluasannya ke berbagai titik di Samarinda dan daerah lain di Kaltim. Menurutnya, peran aktif pemerintah dalam menjamin gizi anak menjadi pembeda dibanding masa lalu.

“Moga-moga ini menjadi langkah baik, agar anak-anak menjadi saleh dan salehah, bisa membangun Kota Samarinda dan Indonesia menjadi barakatul dunia,” pungkasnya sebelum meresmikan operasional dengan bacaan bismillah.

Produksi 1.106 Porsi per Hari, Sasar Lima Sekolah

Kepala SPPG Muhammadiyah Kaltim, Muhammad Ransyah, menyebut pihaknya langsung memproduksi 1.106 porsi makan bergizi setiap hari pada tahap awal operasional.

Tim mendistribusikan makanan ke lima institusi pendidikan di wilayah Teluk Lerong Ilir, yakni TK Fajar Harapan, TK Aisyiyah, SDN 002, RA Tarbiyatussibyan, dan SD Muhammadiyah. Sebelum peluncuran, tim melakukan uji coba menu untuk memastikan kualitas rasa dan kesiapan teknis.

“Untuk uji coba kemarin menunya kita ayam bakar,” jelas Ransyah.

Muhammadiyah Siap Perluas Layanan MBG di Kaltim

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltim, Siswanto, mengatakan peresmian ini menandai keterlibatan langsung Muhammadiyah dalam mendukung pemenuhan gizi pelajar.

Ia menyebut Muhammadiyah telah memiliki pengalaman menjalankan program serupa di sejumlah daerah di Pulau Jawa sebelum MBG pemerintah luncurkan.

“Sebelum ada MBG, Muhammadiyah sudah lebih dulu menjalankan kegiatan serupa di beberapa wilayah. Ketika sekarang pemerintah meluncurkan program ini, tentu kita siap bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Siswanto menegaskan layanan SPPG tidak terbatas pada sekolah Muhammadiyah. Penyesuaian distirbusi berjalan dengan kebutuhan dan penugasan, meski pada tahap awal menyasar sekolah terdekat.

“Tidak hanya untuk sekolah Muhammadiyah. Nanti penyesuainnya dengan kebutuhan dan penugasan. Kebetulan yang terdekat saat ini memang di Muhammadiyah 2,” jelasnya.

Saat ini, dapur tersebut menjadi satu-satunya titik layanan Muhammadiyah di Samarinda. Namun, organisasi itu menargetkan penambahan titik layanan di kota maupun kabupaten/kota lain di Kaltim.

Selain memperluas jangkauan, Muhammadiyah juga menyiapkan skema pasokan bahan baku berbasis kader dan UMKM binaan organisasi.

“Kalau tersedia di wilayah kader, tentu akan disuplai oleh kader atau UMKM binaan Muhammadiyah. Itu yang akan mendukung operasional SPPG,” terang Siswanto.

Ia menegaskan komitmen menjaga standar mutu serta kepercayaan dalam pengelolaan layanan.

“Kami akan menjaga amanah ini. Insyaallah apa yang sudah kita siapkan telah memenuhi persyaratan,” pungkasnya.

Dengan beroperasinya SPPG Muhammadiyah Kaltim, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan memperkuat kolaborasi dalam memastikan pelajar Samarinda mendapatkan makanan bergizi secara konsisten dan berkelanjutan.

(Redaksi)

Show More
Back to top button