Olahraga

Tiga Laga Tanpa Kemenangan, Borneo FC Tegaskan Dukungan Penuh untuk Fabio Lefundes

IDENESIA.CO – Borneo FC Samarinda memilih menjaga stabilitas internal di tengah sorotan publik setelah tim mencatatkan hasil kurang memuaskan dalam tiga laga terakhir BRI Super League 2025/2026. Manajemen Pesut Etam memastikan tidak akan mengambil langkah reaktif dengan menggoyang kursi pelatih kepala Fabio Lefundes, meskipun tren kemenangan sempat terhenti.

Keputusan tersebut menegaskan komitmen manajemen Borneo FC untuk tetap berpijak pada proses jangka panjang. Klub asal Samarinda itu menilai performa tim secara keseluruhan masih berada dalam koridor positif, terlebih jika melihat pencapaian impresif sebelumnya yang sempat mencatatkan 11 kemenangan beruntun sejak awal musim.

Evaluasi Tanpa Panik di Tengah Tekanan Kompetisi

Borneo FC memang menghadapi fase menantang dalam tiga pertandingan terakhir. Tim harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 0-1, lalu kembali menelan kekalahan 1-3 saat menghadapi Persib Bandung. Hasil imbang 2-2 di kandang Persebaya Surabaya menutup rangkaian laga yang membuat laju Pesut Etam sedikit tersendat.

Meski demikian, manajemen menilai situasi tersebut sebagai dinamika wajar dalam kompetisi panjang dan ketat seperti BRI Super League. Persaingan antartim papan atas semakin rapat, sehingga setiap pertandingan menuntut konsistensi tinggi, baik secara taktik maupun mental.

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menyampaikan bahwa hasil di tiga laga terakhir memang belum sesuai harapan. Namun, ia menegaskan bahwa performa tim di lapangan tidak sepenuhnya mencerminkan hasil akhir pertandingan.

“Dalam sepak bola, hasil tidak selalu sejalan dengan performa. Kami melihat para pemain tetap bekerja keras dan menjalankan instruksi pelatih. Sayangnya, beberapa kesalahan sendiri membuat kami kehilangan poin,” ujar Dandri, Jumat pagi (26/12/2025).

Manajemen Soroti Kesalahan Individual, Bukan Taktik Pelatih

Dandri menjelaskan bahwa evaluasi internal lebih difokuskan pada perbaikan detail permainan, terutama dalam meminimalkan kesalahan individual yang berujung gol lawan. Menurutnya, faktor tersebut menjadi pembeda utama dalam tiga laga terakhir.

Ia menolak anggapan bahwa penurunan hasil harus direspons dengan menyalahkan pelatih. Manajemen justru melihat Fabio Lefundes masih memiliki kapasitas dan otoritas penuh untuk membawa tim kembali ke jalur kemenangan.

“Kami tidak melihat ini sebagai kesalahan satu orang. Sepak bola adalah kerja tim. Kami tetap percaya Fabio Lefundes bisa membenahi kekurangan dan membawa tim kembali tampil optimal,” tegas Dandri.

Kepercayaan tersebut didasarkan pada rekam jejak Lefundes yang mampu membangun fondasi permainan Borneo FC sejak awal musim. Pendekatan taktis yang disiplin, pengelolaan ruang yang rapi, serta peningkatan mental bertanding pemain menjadi ciri khas tim di bawah arahannya.

Posisi Klasemen Masih Jadi Modal Kepercayaan

Hingga pekan berjalan, Borneo FC masih bertengger di papan atas klasemen sementara dengan koleksi 34 poin hasil dari 11 kemenangan, satu kali imbang, dan dua kekalahan. Posisi tersebut menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk tetap bersikap rasional dan tidak terburu-buru mengambil keputusan ekstrem.

Manajemen menilai konsistensi jangka panjang lebih penting dibanding reaksi emosional atas hasil jangka pendek. Dengan kompetisi yang masih panjang, peluang Borneo FC untuk bersaing di jalur juara dinilai tetap terbuka lebar.

Dandri menegaskan bahwa klub ingin membangun kultur profesional yang stabil, termasuk dalam menyikapi tekanan dari luar.

“Kami ingin menjaga suasana tim tetap kondusif. Tekanan pasti ada, tapi kami harus tetap fokus pada target besar musim ini,” katanya.

Laga Tandang Berat Jadi Ujian Karakter Tim

Tantangan berikutnya bagi Borneo FC adalah pertandingan tandang melawan Malut United. Laga tersebut dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi, tidak hanya dari sisi kekuatan lawan, tetapi juga faktor perjalanan dan kondisi cuaca.

Borneo FC harus menempuh perjalanan panjang menuju Maluku Utara dan dijadwalkan bertanding pada pukul 13.30 WIT, saat suhu udara cukup panas. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebugaran pemain jika tidak dikelola dengan baik.

“Perjalanan jauh dan cuaca panas menjadi tantangan tersendiri. Kami sudah mengantisipasi hal ini bersama tim pelatih dan tim medis,” jelas Dandri.

Manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari pengaturan jadwal perjalanan, pemulihan fisik pemain, hingga opsi rotasi skuad untuk menjaga intensitas permainan tetap stabil.

Harapan Bangkit dan Jaga Identitas Pesut Etam

Dandri berharap para pemain mampu menunjukkan karakter kuat yang selama ini menjadi identitas Borneo FC. Menurutnya, tim besar bukan hanya diukur dari jumlah kemenangan, tetapi juga dari kemampuan bangkit saat menghadapi masa sulit.

“Saya berharap pemain bisa kembali menunjukkan kesiapan fisik dan mental. Kami yakin tim ini punya karakter untuk bangkit,” pungkasnya.

Di tengah ekspektasi tinggi suporter Samarinda, sikap manajemen yang tetap percaya pada Fabio Lefundes menjadi sinyal kuat bahwa Borneo FC ingin melangkah dengan kepala dingin. Tiga laga tanpa kemenangan tidak dianggap sebagai kemunduran, melainkan ujian kedewasaan dalam perjalanan panjang menuju gelar juara BRI Super League 2025/2026.

Dengan kepercayaan yang masih utuh, Fabio Lefundes dan skuad Pesut Etam kini ditantang membuktikan bahwa proses dan kesabaran manajemen bukanlah keputusan yang keliru.

(Redaksi)

Show More
Back to top button