Internasional

Trump Pertimbangkan Venezuela Menjadi Negara Bagian Amerika Serikat ke-51

IDENESIA.CO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan keseriusannya untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul setelah hubungan kedua negara semakin intens pasca penangkapan Nicolas Maduro oleh tentara Amerika Serikat di Ciracas pada awal Januari 2026. Trump melihat peluang besar untuk mengintegrasikan wilayah tersebut, terutama demi mengamankan akses langsung terhadap cadangan minyak Venezuela yang melimpah.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump memberikan sinyal kuat mengenai wacana penguasaan wilayah tersebut. Ia menyebut adanya kemungkinan penambahan anggota baru dalam perserikatan bangsa Amerika Serikat. Dalam wawancara terbaru dengan Fox News pada Senin (11/5), Trump menegaskan bahwa gagasan menjadikan Venezuela menjadi negara bagian Amerika Serikat bukanlah sekadar lelucon, melainkan hal yang sedang ia pertimbangkan secara serius.

Penolakan Keras Pemerintah Venezuela terhadap Klaim Amerika Serikat

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, segera merespons pernyataan sepihak dari Washington tersebut. Rodriguez menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki niat untuk meleburkan kedaulatan negaranya ke dalam administrasi Amerika Serikat. Menurutnya, identitas nasional dan sejarah kemerdekaan merupakan harga mati bagi seluruh rakyat Venezuela.

“Pemerintah tidak akan pernah mempertimbangkan hal itu. Masyarakat Venezuela, baik pria maupun wanita, sangat mencintai proses kemerdekaan kami. Kami menghormati serta mencintai para pahlawan yang telah memperjuangkan kedaulatan bangsa ini,” ujar Rodriguez kepada wartawan saat berada di Mahkamah Internasional, Den Haag, melansir laporan AFP, Selasa (12/5/2026).

Meskipun menolak ide penggabungan wilayah, Rodriguez menjelaskan bahwa pemerintahannya tetap mengedepankan jalur komunikasi formal dengan pihak Amerika Serikat. Saat ini, Venezuela lebih memilih untuk berfokus pada pengembangan agenda kerja sama diplomatik yang saling menguntungkan daripada membicarakan perubahan status kenegaraan.

Dinamika Pengelolaan Sumber Daya Minyak dan Reformasi Ekonomi

Semenjak memegang kendali kepemimpinan, Rodriguez memang melakukan berbagai langkah untuk mencairkan ketegangan dengan Washington. Tekanan besar dari Donald Trump mengenai akses cadangan bahan bakar fosil mendorong Venezuela melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan. Rodriguez kini telah mengesahkan serangkaian reformasi ekonomi yang memberikan ruang bagi perusahaan asing untuk masuk ke sektor pertambangan.

Kebijakan tersebut secara langsung membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat untuk mengelola kekayaan alam Venezuela. Langkah ini mendapat apresiasi berulang kali dari Trump, mengingat posisi strategis Venezuela sebagai pemilik cadangan minyak terbesar. Di sisi lain, Rodriguez juga melakukan langkah politik domestik dengan mendorong undang-undang amnesti.

Upaya reformasi ini berhasil membebaskan ratusan tahanan politik di Venezuela, meskipun data menunjukkan masih terdapat sekitar 500 orang yang berada dalam tahanan. Melalui kebijakan ini, Rodriguez berusaha menyeimbangkan tekanan internasional dengan stabilitas politik dalam negeri, sambil tetap mempertahankan batas tegas bahwa kedaulatan Venezuela tetap mandiri dan bukan sebagai negara bagian Amerika Serikat ke-51.

(Redaksi)

Show More
Back to top button