Sosok

Trump Tegaskan Strategi Baru AS di Amerika Latin, Kolombia Terancam Menyusul Venezuela

IDENESIA.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kebijakan keamanan Washington di kawasan Amerika Latin memasuki fase baru. Setelah operasi militer AS di Venezuela berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Trump menyatakan Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melakukan langkah serupa terhadap negara lain yang dinilai gagal mengendalikan ancaman narkoba dan kejahatan lintas negara. Kolombia menjadi salah satu negara yang secara terbuka ia sebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara yang dikutip India Today, Senin (5/1/2026). Ia menekankan bahwa pendekatan Amerika Serikat ke depan tidak lagi sebatas kerja sama diplomatik, melainkan mencakup opsi tindakan langsung demi melindungi kepentingan nasional AS.

Trump menilai ancaman narkoba dari Amerika Latin telah mencapai tingkat yang tidak bisa lagi ditoleransi. Menurutnya, negara-negara yang tidak mampu mengendalikan wilayahnya sendiri berpotensi menghadapi intervensi dari Amerika Serikat.

Operasi Venezuela Dijadikan Titik Balik Kebijakan AS

Trump menyebut operasi militer di Venezuela sebagai contoh nyata dari kebijakan baru tersebut. Ia menegaskan bahwa penangkapan Nicolas Maduro bukan peristiwa kebetulan, melainkan hasil dari strategi yang telah disiapkan Washington.

“Ini bukan kejadian satu kali. Ini bagian dari pendekatan baru kami,” ujar Trump.

Ia menyatakan Amerika Serikat selama bertahun-tahun menahan diri dengan mengedepankan diplomasi dan sanksi. Namun, menurut Trump, langkah tersebut gagal menghentikan ancaman narkoba dan instabilitas politik yang berdampak langsung ke AS.

Trump mengklaim bahwa keberhasilan operasi di Venezuela memberikan sinyal tegas kepada negara-negara lain di kawasan. Ia menilai pesan tersebut jelas, yakni Amerika Serikat siap bertindak jika ancaman terhadap keamanannya terus berlanjut.

Sejumlah pengamat menilai operasi Venezuela menjadi preseden penting yang berpotensi mengubah dinamika hubungan AS dengan Amerika Latin. Washington kini terlihat lebih siap menggunakan kekuatan militer sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Kolombia Disebut Langsung, Status Sekutu Dipertanyakan

Dalam pernyataan lanjutan, Trump secara khusus menyebut Kolombia. Ia mengkritik keras pemerintah Kolombia yang dinilai gagal menekan produksi dan distribusi kokain meskipun menerima dukungan besar dari Amerika Serikat selama puluhan tahun.

“Kolombia adalah masalah. Mereka mengirimkan narkoba ke negara kita lebih banyak daripada sebelumnya,” kata Trump.

Menurut Trump, status Kolombia sebagai sekutu lama tidak bisa menjadi alasan pembenar atas kegagalan penegakan hukum. Ia menilai kartel narkoba di Kolombia masih memiliki kekuatan besar dan menguasai wilayah strategis.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan terus menanggung dampak dari lemahnya pengendalian narkoba di negara lain. Ia bahkan menyatakan AS siap mengambil alih pengendalian keamanan jika pemerintah setempat tidak mampu bertindak.

“Jika mereka tidak bisa mengendalikan wilayah mereka sendiri, maka kita yang akan melakukannya untuk mereka,” ujar Trump.

Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dalam relasi AS–Kolombia. Selama ini, kerja sama kedua negara dikenal erat melalui program pemberantasan narkoba dan bantuan militer. Namun, nada keras Trump memunculkan spekulasi mengenai potensi eskalasi hubungan bilateral.

Meksiko Disorot, Tawaran Operasi Militer Ditolak

Selain Kolombia, Trump juga mengarahkan kritik tajam kepada Meksiko. Ia mengklaim kartel narkoba telah menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut dan beroperasi tanpa kendali berarti.

“Mereka yang menjalankan Meksiko,” kata Trump.

Trump mengungkapkan bahwa ia telah berulang kali menawarkan bantuan militer langsung kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk memberantas kartel. Namun, pemerintah Meksiko menolak tawaran tersebut.

“Saya bertanya apakah mereka ingin kami memberantas kartel. Jawabannya selalu tidak,” ujar Trump.

Menurut Trump, penolakan itu memperburuk situasi keamanan kawasan dan berdampak langsung pada Amerika Serikat. Ia menilai aliran narkoba dari Meksiko terus meningkat dan memicu krisis di dalam negeri AS.

Pernyataan Trump memperkuat kesan bahwa Washington semakin frustrasi terhadap pendekatan pemerintah Meksiko dalam menghadapi kartel narkoba.

Kuba Masuk Radar, Tapi Belum Jadi Sasaran

Di tengah pernyataan keras terhadap Kolombia dan Meksiko, Trump juga menyinggung Kuba. Ia menuduh Havana memiliki pengaruh besar terhadap pemerintahan Venezuela sebelum kejatuhan Maduro.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat belum memiliki rencana untuk melancarkan operasi militer langsung ke Kuba. Ia menyatakan Washington masih memantau situasi dan menilai langkah selanjutnya.

“Kuba kami awasi dengan ketat, tetapi belum ada rencana operasi,” kata Trump.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus utama AS saat ini tertuju pada negara-negara yang dianggap berkontribusi langsung terhadap peredaran narkoba dan instabilitas regional.

Ancaman Trump memicu reaksi beragam di kawasan Amerika Latin. Sejumlah negara menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan penyelesaian masalah melalui diplomasi. Namun, dengan Venezuela sebagai preseden dan Kolombia masuk radar, kebijakan luar negeri AS berpotensi memasuki fase yang lebih konfrontatif.

Dunia internasional kini mencermati apakah pernyataan Trump akan berhenti sebagai tekanan politik atau berkembang menjadi aksi militer lanjutan di kawasan.

(Redaksi)

Show More
Back to top button