
IDENESIA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali mencatatkan prestasi di level nasional. Di tengah arus modernisasi dan pembangunan perkotaan, upaya Pemkot Samarinda dalam menjaga dan memajukan kebudayaan daerah berhasil menarik perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, resmi menembus tiga besar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026.
Salah satunya, sebuah ajang bergengsi yang menilai komitmen kepala daerah terhadap pelestarian dan pengembangan budaya lokal.
Capaian ini menegaskan bahwa kebijakan kebudayaan oleh Pemkot Samarinda tidak hanya bersifat simbolik, tetapi memiliki arah, keberlanjutan, serta dampak nyata bagi masyarakat. PWI Pusat menilai Andi Harun sebagai salah satu kepala daerah yang konsisten menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah.
Penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Fokus pada Dampak Nyata
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan agenda nasional yang secara rutin memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berdedikasi tinggi terhadap pemajuan kebudayaan. Dewan juri independen yang terdiri dari unsur pers, akademisi, dan pegiat budaya melakukan penilaian secara objektif dan menyeluruh.
Tim juri menegaskan bahwa penilaian tidak berhenti pada banyaknya kegiatan seremonial atau festival budaya. Sebaliknya, juri menitikberatkan pada keberpihakan kebijakan, kesinambungan program, serta kemampuan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem budaya yang hidup dan berdaya.
Selain itu, dewan juri juga menilai sejauh mana kepala daerah mampu mengintegrasikan kebudayaan ke dalam perencanaan pembangunan, baik di sektor sosial, ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata.
Kepala daerah yang mendapat penilaian berhasil adalah mereka yang menjadikan budaya sebagai identitas dan kekuatan daerah.
Samarinda Dinilai Konsisten Bangun Ekosistem Kebudayaan
Masuknya Wali Kota Samarinda ke dalam tiga besar tidak terlepas dari berbagai program kebudayaan yang telah berjalan secara konsisten oleh Pemkot Samarinda.
Pemkot Samarinda terus memperkuat ruang ekspresi seni dan budaya, baik melalui penyediaan fasilitas publik, dukungan kegiatan komunitas, maupun penguatan peran seniman dan budayawan lokal.
Pemkot Samarinda juga aktif mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan komunitas kreatif, lembaga pendidikan, media massa, serta masyarakat umum. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan kebudayaan di tengah tantangan globalisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.
Kebijakan kebudayaan yang inklusif juga menjadi salah satu poin penting penilaian. Pemerintah Kota Samarinda dinilai mampu merangkul keragaman budaya yang ada dan menjadikannya sebagai kekuatan bersama, bukan sekadar warisan masa lalu.
Tiga Besar Wali Kota Terbaik Nasional Kategori Kebudayaan
Dalam proses seleksi, PWI Pusat menetapkan sepuluh kepala daerah terbaik nasional sebagai finalis Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Dari sepuluh finalis tersebut, tiga wali kota berhasil masuk tiga besar kategori wali kota.
Ketiga nama tersebut yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskan. Sementara tujuh finalis lainnya berasal dari kategori bupati yang juga mendapat penilaian komitmen kuat terhadap pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing.
Keberhasilan ini menempatkan Samarinda sejajar dengan kota-kota lain yang berhasil menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya.
Finalis Akan Paparkan Program Kebudayaan di Jakarta
Tahapan selanjutnya, seluruh finalis Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan mengikuti sesi presentasi dan pendalaman program. Agenda ini berlangsung di Jakarta pada 8–9 Januari 2026.
Dalam sesi tersebut, kepala daerah akan memaparkan secara langsung kebijakan, inovasi, serta praktik baik yang telah berjalan dalam pemajuan kebudayaan di wilayahnya. Dewan juri akan kembali mendalami substansi program untuk menentukan penerima penghargaan utama.
Pengumuman Pemenang Bertepatan dengan HPN 2026
Pergelaran Puncak Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026.
Pada momen tersebut, PWI Pusat akan mengumumkan kepala daerah penerima penghargaan utama dari masing-masing kategori. Harapan dari pernghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran kebudayaan dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Pemkot Samarinda berharap, pengakuan nasional ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan manusia, sosial, dan ekonomi di Kota Tepian.
(Redaksi)

