Umum
Trending

Terpilih Jadi Ketua FPTI Kaltim, E.L Nova Siap Bawa Panjat Tebing Kaltim ke Level Internasional

IDENESIA.CO – E.L Nova Saefuddin Zuhri terpilih sebagai Ketua Umum FPTI Kaltim periode 2025–2029 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur (Kaltim).

Pemilihan berlangsung dinamis, dimana Nova bersaing dengan kandidat lain bernama M MisbaChul choir yang hasil akhirnya E.L Nova memperoleh dukungan mayoritas dari peserta Musprov.

Dalam pidato perdananya, Nova menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh votter dan peserta Musprov yang telah memberikan amanah untuk memimpin FPTI Kaltim empat tahun ke depan.

Ia menyebut kepercayaan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh peserta Musprov yang telah memberikan amanah kepada saya. Kepercayaan ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang InsyaAllah akan saya jalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Momentum Konsolidasi Organisasi

Nova menegaskan Musprov bukan hanya tentang memilih pemimpin baru, melainkan juga ruang untuk memperkuat fondasi organisasi panjat tebing di Kalimantan Timur.

Menurutnya, FPTI Kaltim memiliki potensi besar menjadi kekuatan nasional bahkan internasional bila pengembangan atlet dilakukan secara berkelanjutan.

“Musprov hari ini bukan hanya forum memilih pemimpin. Ini momentum menyatukan langkah dan mempertegas arah pengembangan olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur,” katanya.

Ia menyebut panjat tebing bukan sekadar olahraga prestasi, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan disiplin bagi generasi muda. Karena itu, penguatan struktur organisasi dan pembinaan jangka panjang menjadi fokus utama kepemimpinannya.

Visi dan Misi untuk Kemajuan FPTI Kaltim

Dalam forum tersebut, Nova memperkenalkan visi organisasi yang akan menjadi arah kerja kepengurusan 2025–2029. Visi itu berbunyi:

“Mewujudkan FPTI Kalimantan Timur yang unggul, profesional, dan berprestasi nasional maupun internasional melalui pembinaan atlet berkelanjutan, manajemen modern, dan sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan.”

Untuk mencapai visi tersebut, ia merumuskan enam misi strategis:

1. Menghasilkan atlet berprestasi melalui pembinaan berjenjang berbasis sport science.

2. Memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan kolaboratif dari provinsi hingga kabupaten/kota.

3. Meningkatkan sarana dan prasarana panjat tebing yang merata dan memenuhi standar nasional hingga internasional.

4. Meningkatkan kompetensi SDM seperti pelatih, juri, dan tenaga teknis melalui pelatihan serta sertifikasi berkelanjutan.

5. Memperluas kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas untuk mendukung keberlanjutan pembinaan atlet.

6. Mengembangkan panjat tebing sebagai olahraga masyarakat, agar semakin diminati generasi muda dan melahirkan bibit atlet dari seluruh daerah di Kaltim.

Nova menegaskan bahwa pengembangan fasilitas seperti wall climbing, peralatan rope, hingga perlengkapan atlet tidak akan berjalan maksimal tanpa kerja sama semua pihak.

“Kita bisa punya wall climbing standar internasional, rope terbaik, atau sepatu paling mahal, tapi tanpa kebersamaan, tidak ada puncak yang bisa kita capai,” tegasnya.

Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama

Di akhir pidatonya, Nova mengajak seluruh unsur FPTI—mulai dari pengurus, pelatih, atlet, hingga komunitas pecinta panjat tebing—untuk bersatu membangun prestasi.

Menurutnya, kekuatan terbesar organisasi terletak pada kekompakan dan semangat kekeluargaan.

“Dengan bersatu, tidak ada tebing yang terlalu tinggi untuk kita taklukkan. Mari kita jadikan masa depan FPTI Kaltim lebih maju, lebih kuat, dan lebih berprestasi,” pungkasnya.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru, FPTI Kaltim diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan di seluruh kabupaten/kota, serta menjadikan Kaltim sebagai salah satu lumbung atlet panjat tebing berprestasi di Tanah Air. (*)

Show More
Back to top button