Nasional

Prabowo Awali 2026 dari Aceh, Tekankan Akselerasi Pemulihan Pascabencana

IDENESIA.CO – Presiden Prabowo Subianto mengawali Tahun 2026 dengan turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pada hari pertama tahun baru, Presiden meninjau pembangunan hunian bagi warga terdampak sekaligus memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah guna mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan fokus pemerintah pusat pada pemulihan infrastruktur dasar dan layanan publik di daerah terdampak bencana. Presiden ingin memastikan seluruh program berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Agenda di Aceh Tamiang merupakan lanjutan dari kegiatan Presiden Prabowo di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada akhir 2025. Setelah menghabiskan malam pergantian tahun bersama masyarakat, Presiden langsung melanjutkan kerja lapangan pada awal 2026.

Presiden Tinjau Langsung Hunian Bantuan Danantara

Presiden Prabowo meninjau pembangunan rumah hunian yang dibangun melalui dukungan Danantara. Hunian tersebut disiapkan untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan dan kesiapan hunian sebelum ditempati masyarakat. Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tidak hanya cepat, tetapi juga layak dan berkelanjutan.

Saat ini, ratusan unit hunian telah berdiri dan siap digunakan. Dari total rencana pembangunan sekitar 15 ribu unit hunian di tiga provinsi terdampak bencana, sekitar 600 unit berasal dari dukungan Danantara. Presiden menilai capaian tersebut sebagai langkah awal yang harus terus dipercepat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berdialog dengan warga penerima manfaat. Ia mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan dasar dan kondisi lingkungan sekitar hunian.

Rapat Koordinasi Soroti Air Bersih dan Fasilitas Publik

Usai meninjau hunian, Presiden Prabowo menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri, gubernur, dan bupati. Rapat difokuskan pada evaluasi penanganan pascabencana serta identifikasi kebutuhan mendesak di Aceh Tamiang.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah melaporkan bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan utama. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Selain itu, Presiden menerima laporan mengenai fasilitas umum yang belum berfungsi optimal. Sejumlah sekolah dan puskesmas masih mengalami kerusakan sehingga belum dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Presiden meminta kementerian terkait segera mengambil langkah percepatan. Ia menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam fase rehabilitasi.

Normalisasi Sungai Jadi Fokus Pencegahan Bencana Lanjutan

Presiden Prabowo juga menaruh perhatian serius pada kondisi sungai di wilayah terdampak. Bencana sebelumnya menyebabkan perubahan alur sungai, penumpukan material kayu, serta endapan lumpur yang berpotensi memicu bencana lanjutan.

Presiden meminta agar normalisasi sungai segera dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga keselamatan masyarakat.

Pemerintah pusat berkomitmen mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh program berjalan efektif.

Apresiasi Presiden dan Pesan Optimisme Awal Tahun

Menutup rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, relawan, aparat, dan masyarakat yang telah bekerja keras di lapangan.

Presiden juga mengajak masyarakat menyambut Tahun 2026 dengan optimisme. Ia berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo pada hari pertama 2026 ini menjadi penegasan bahwa percepatan pemulihan pascabencana tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah memastikan negara hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.

(Redaksi)

Show More
Back to top button