Internasional

Warner Bros Discovery Tolak Paramount, Netflix Tetap Jadi Pilihan Utama

IDENESIA.CO – Dewan direksi Warner Bros. Discovery kembali menegaskan arah strategis perusahaan di tengah konsolidasi industri hiburan global. Manajemen WBD untuk kedelapan kalinya menolak proposal akuisisi dari Paramount Skydance. Pada saat yang sama, WBD tetap memprioritaskan rencana merger dengan Netflix.

Keputusan tersebut mengakhiri spekulasi pasar yang menyebut Paramount Skydance berpeluang menyalip Netflix. Dewan direksi menilai tawaran terbaru Paramount Skydance tidak memberikan kepastian nilai bagi pemegang saham. Manajemen juga menilai risiko transaksi masih terlalu tinggi.

Dalam surat kepada pemegang saham tertanggal Rabu (7/1), dewan direksi menyampaikan alasan penolakan secara rinci. WBD menilai proposal senilai USD 30 per saham itu kalah menarik dibanding kesepakatan dengan Netflix. Meskipun nominalnya lebih tinggi, manajemen melihat struktur dan pendanaannya bermasalah.

Risiko Tinggi Jadi Alasan Penolakan Paramount

Dewan direksi WBD menilai Paramount Skydance belum mampu menjamin penyelesaian transaksi. Manajemen menyoroti potensi perubahan syarat, penurunan harga, hingga kemungkinan penarikan diri sepihak. Risiko tersebut dinilai dapat merugikan pemegang saham.

Manajemen menyampaikan penilaian itu secara terbuka kepada investor. WBD menyebut penawaran Paramount Skydance tidak sebanding dengan biaya dan ketidakpastian yang melekat. Media industri Variety melaporkan sikap tersebut pada Kamis (8/1/2026).

Selain itu, WBD mempertanyakan kemampuan finansial Paramount Skydance. Konsorsium tersebut hanya memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 14 miliar. Sementara itu, nilai akuisisi diperkirakan mencapai USD 94,65 miliar.

Manajemen menilai Paramount Skydance harus mengandalkan utang dan ekuitas dalam jumlah sangat besar. Skema tersebut, menurut WBD, meningkatkan risiko kegagalan transaksi. Dewan direksi menyebut risiko itu jauh lebih tinggi dibanding opsi merger dengan Netflix.

Netflix Dinilai Lebih Pasti dan Stabil

Sebaliknya, WBD menilai Netflix menawarkan kepastian nilai dan stabilitas keuangan. Berdasarkan perjanjian merger, pemegang saham WBD akan menerima kombinasi tunai dan saham Netflix. Skema tersebut mencakup USD 23,25 tunai per saham.

Selain tunai, pemegang saham juga memperoleh saham biasa Netflix. Nilainya ditargetkan sekitar USD 4,50 per saham WBD. Nilai tersebut mengikuti kisaran harga saham Netflix saat penutupan transaksi.

Manajemen WBD menilai saham Netflix memiliki potensi kenaikan jangka panjang. Netflix saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 400 miliar. Perusahaan juga mencatat peringkat kredit A/A3 dengan neraca keuangan kuat.

Netflix memproyeksikan arus kas bebas lebih dari USD 12 miliar pada 2026. Proyeksi tersebut memperkuat keyakinan WBD terhadap keberlanjutan merger. Dewan direksi menilai Netflix mampu menanggung seluruh proses integrasi.

Selain itu, merger dengan Netflix memberi WBD fleksibilitas operasional. Manajemen tetap dapat menjalankan bisnis tanpa gangguan besar. Faktor ini dinilai krusial selama proses persetujuan regulator berlangsung.

Discovery Global Tambah Nilai Pemegang Saham

Dewan direksi juga menyoroti manfaat tambahan dari Discovery Global. Entitas ini akan berdiri setelah WBD melakukan spin-off pada kuartal ketiga 2026. Discovery Global akan mengelola jaringan televisi linear dan aset non-streaming.

Manajemen menilai Discovery Global memiliki skala bisnis yang kuat. Perusahaan juga memiliki jangkauan internasional luas. Aset olahraga dan berita menjadi tulang punggung pendapatan entitas tersebut.

Dengan struktur ini, pemegang saham memperoleh dua sumber nilai. Investor mendapat eksposur ke Netflix dan Discovery Global. WBD menilai kombinasi ini lebih aman dibanding opsi Paramount Skydance.

Manuver Terakhir Paramount Skydance Gagal Meyakinkan

Paramount Skydance terus melakukan manuver hingga akhir 2025. Konsorsium ini dipimpin David Ellison dengan dukungan ayahnya, Larry Ellison. Pada 22 Desember 2025, konsorsium menambahkan jaminan pribadi besar.

Paramount Skydance menawarkan jaminan hingga USD 40,4 miliar. Konsorsium juga menaikkan biaya pembatalan kesepakatan menjadi USD 5,8 miliar. Nilai tersebut setara dengan ketentuan dalam perjanjian Netflix.

Namun, langkah itu tidak mengubah sikap WBD. Dewan direksi menilai jaminan tersebut belum cukup menutup risiko struktural. Manajemen tetap menilai Netflix sebagai mitra paling aman.

Konsolidasi Industri Kian Menguat

Proses ini bermula setelah WBD menyepakati kesepakatan dengan Netflix senilai sekitar USD 83 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup studio Warner Bros. dan bisnis HBO Max. Transaksi ini menjadi salah satu yang terbesar di industri hiburan.

Dengan kembali menolak Paramount Skydance, WBD mengirimkan sinyal tegas ke pasar. Perusahaan menempatkan kepastian nilai sebagai prioritas utama. Manajemen juga menegaskan fokus pada stabilitas jangka panjang.

Ke depan, pasar akan mencermati proses spin-off Discovery Global. Investor juga menunggu persetujuan regulator atas merger Netflix dan WBD. Namun untuk saat ini, sikap WBD tetap konsisten.

(Redaksi)

Show More
Back to top button