Daerah

Pemkot Samarinda Apresiasi Pengamanan Mudik Lebaran, 1.202 Personel Polresta Disiagakan dalam Operasi Ketupat 2026

IDENESIA.CO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menyiapkan sebanyak 1.202 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kota Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda turut memberikan tanggapan dengan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung di halaman Mapolresta Samarinda pada Kamis (12/3/2026) pagi. Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda Hendri Umar dan diikuti oleh berbagai unsur personel pengamanan dari sejumlah instansi.

Kapolresta Samarinda menjelaskan bahwa sebanyak 1.202 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah titik strategis selama masa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Total 1.202 personel akan terlibat secara aktif di 10 pos kepolisian yang telah kita siapkan. Personel gabungan ini akan bersiaga memastikan kenyamanan masyarakat selama 24 jam,” ujar Hendri Umar usai memimpin apel gelar pasukan.

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Daerah dalam Operasi Ketupat 2026

Hendri Umar menerangkan bahwa ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur keamanan dan pelayanan publik yang terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran.

Personel Polri berasal dari Polresta Samarinda dan Batalyon B Pelopor Brimob Polda Kalimantan Timur, sementara unsur TNI diperkuat oleh Kodim 0901/Samarinda serta Denpom Samarinda.

Selain itu, sejumlah instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan juga dilibatkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Instansi yang terlibat antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Senkom, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dinas Pemadam Kebakaran.

Menurut Hendri Umar, kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama periode libur Lebaran.

Sepuluh Pos Pengamanan Disiapkan di Titik Strategis Samarinda

Polresta Samarinda juga telah menyiapkan sepuluh pos pengamanan dan pelayanan untuk mendukung kelancaran arus mudik maupun arus balik di wilayah Kota Samarinda.

Satu Pos Pelayanan Terpadu ditempatkan di kawasan Taman Samarendah yang berfungsi sebagai pusat komando pengamanan sekaligus pusat pelayanan masyarakat.

“Pos Pelayanan Terpadu kita tempatkan di Taman Samarendah agar pelayanan lebih terpusat di jantung kota dan mudah dijangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun informasi,” jelas Hendri Umar.

Selain pos terpadu tersebut, tiga Pos Pelayanan ditempatkan di pintu masuk utama Kota Samarinda, yaitu di Bandara APT Pranoto, Pelabuhan Samarinda, dan Exit Tol Palaran.

Ketiga lokasi tersebut dipilih karena menjadi jalur utama pergerakan masyarakat yang datang maupun meninggalkan Kota Samarinda selama masa mudik Lebaran.

Sementara itu, empat Pos Pengamanan ditempatkan di pusat aktivitas masyarakat seperti Big Mall Samarinda, Samarinda Central Plaza (SCP), Samarinda Square, serta kawasan Pasar Pagi.

Dua pos pengamanan lainnya berada di Terminal Sungai Kunjang dan Terminal Samarinda Seberang yang menjadi jalur transportasi darat menuju Balikpapan serta Kalimantan Selatan.

“Penempatan pos-pos ini dilakukan untuk memastikan pengamanan di titik-titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran,” kata Hendri.

Operasi Ketupat 2026 Berlangsung 13 Hari

Sesuai jadwal nasional, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Namun, kepolisian memastikan pengamanan akan tetap dilanjutkan setelah masa operasi resmi berakhir untuk mengantisipasi sisa arus mudik dan arus balik.

“Setelah operasi berakhir pada 25 Maret, kami akan melanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mulai 26 hingga 29 Maret 2026. Ini untuk mengantisipasi sisa arus mudik dan balik yang diprediksi masih terjadi hingga akhir bulan Maret,” ujarnya.

Tanggapan Pemkot Samarinda Soal Pengamanan Mudik

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri yang turut hadir dalam apel gelar pasukan menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polresta Samarinda bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran tahun ini.

Menurut Saefuddin, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama masa mudik dan libur Idul Fitri.

“Kami sangat mengapresiasi kesiapan Polresta Samarinda bersama seluruh unsur yang terlibat. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar Saefuddin.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas di lapangan agar tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan pengamanan mudik Lebaran.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami berharap seluruh petugas dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan mudik maupun saat berada di Kota Samarinda,” katanya.

Saefuddin menambahkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda siap mendukung penuh berbagai upaya pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Kami di pemerintah daerah tentu mendukung penuh upaya pengamanan ini. Harapannya, pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan penuh kebahagiaan,” ujarnya.

(Redaksi)

Show More
Back to top button