Internasional

AS Mulai Blokade Laut di Selat Hormuz, Ada Kapal Tanker Yang Berhasil Lolos

IDENESIA.CO –  Angkatan Laut Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade laut sepenuhnya di Selat Hormuz terhadap kapal-kapal yang bertujuan ke pelabuhan Iran sejak Selasa (14/4/2026).

Meskipun pengawasan sangat ketat, data perkapalan terbaru mencatat sedikitnya tiga kapal tanker berhasil melintasi jalur perairan sempit tersebut pada hari pertama pemberlakuan kebijakan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade laut Selat Hormuz ini pada Minggu (12/4) setelah perundingan damai dengan Iran di Pakistan menemui jalan buntu.

Pemerintah Amerika Serikat menargetkan penghentian seluruh lalu lintas komersial yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Iran guna meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut.

Status Kapal Tanker yang Melintasi Selat Hormuz

Berdasarkan data Reuters dan Al Arabiya, ketiga kapal tanker yang lolos tersebut tidak menuju ke pelabuhan Iran. Hal ini membuat otoritas keamanan laut AS mengizinkan mereka melintas karena tidak melanggar aturan blokade yang sedang berlangsung.

Salah satu kapal tersebut adalah Peace Gulf yang mengibarkan bendera Panama. Data LSG mengidentifikasi kapal ini sebagai tanker jarak menengah yang sedang berlayar menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab (UEA).

Meskipun kapal ini sering mengangkut bahan baku petrokimia asal Iran ke negara lain, tujuan akhirnya saat ini berada di luar wilayah blokade.

Selain itu, kapal tanker Murlikishan juga terpantau melewati selat tersebut. Kapal ini sedang dalam perjalanan menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April mendatang.

Kapal lainnya, Rich Starry, menjadi kapal pertama yang tercatat keluar dari kawasan Teluk sejak blokade laut Selat Hormuz resmi berlaku.

Respons Diplomatik Terkait Situasi Selat Hormuz

Kapal Rich Starry sendiri berada di bawah naungan perusahaan Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd asal China. Perusahaan tersebut beserta kapalnya saat ini masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat karena rekam jejak perdagangan dengan pihak Iran.

Kapal yang membawa 250.000 barel metanol ini mengangkut kru berkebangsaan China dan memuat kargo dari Uni Emirat Arab.

Kebijakan militer Amerika Serikat ini memicu reaksi keras dari dunia internasional, terutama dari pihak Beijing. Kementerian Luar Negeri China menyampaikan keberatan resmi terhadap aksi penutupan akses laut tersebut.

“China mengecam blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” ungkap perwakilan Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan resminya pada Selasa (14/4).

Pemerintah China juga memperingatkan bahwa langkah sepihak Amerika Serikat ini berpotensi memperburuk stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Namun, dalam pernyataan tersebut, Beijing tidak memberikan rincian khusus mengenai status kapal-kapal milik perusahaan mereka yang melewati blokade laut Selat Hormuz.

Analisis Arus Logistik di Jalur Internasional

Sejauh ini, pihak Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd belum memberikan komentar resmi terkait posisi kapal mereka di tengah blokade.

Pengamat maritim melihat bahwa pergerakan kapal-kapal ini menunjukkan celah teknis dalam penerapan blokade, di mana kapal yang menuju pelabuhan non-Iran tetap memiliki hak lintas sesuai hukum laut internasional.

Situasi di lapangan tetap tegang seiring kehadiran armada angkatan laut Amerika Serikat yang berjaga di titik-titik krusial selat. Para pelaku industri perkapalan kini memantau ketat perkembangan di lapangan guna menghindari risiko penyitaan atau gangguan operasional lebih lanjut.

Blokade ini menjadi babak baru dalam ketegangan hubungan diplomatik yang melibatkan banyak kekuatan besar di dunia.

(Redaksi)

Show More
Back to top button