EkonomiNasional

Belanja Pegawai dan MBG Jadi Motor Kenaikan Belanja Negara hingga Mei 2026

IDENESIA.CO – Pemerintah terus mempercepat realisasi belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Hingga akhir Mei 2026, belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan peningkatan belanja tersebut mencerminkan strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pengeluaran negara sejak awal tahun.

Langkah ini dilakukan agar penyerapan anggaran berlangsung lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada akhir tahun anggaran.

“Belanja merata sepanjang tahun, tidak hanya di kuartal IV,” ujar Purbaya, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, percepatan realisasi anggaran menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan dorongan yang lebih cepat terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Dengan pola belanja yang lebih merata, pemerintah berharap berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.

Belanja Kementerian dan Lembaga Jadi Pendorong Utama

Dari total belanja negara tersebut, belanja kementerian dan lembaga (K/L) mencatat pertumbuhan tertinggi.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi belanja K/L mencapai Rp517,7 triliun atau meningkat 58,9 persen secara tahunan.

Kenaikan ini terjadi hampir di seluruh komponen belanja, mulai dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal hingga belanja bantuan sosial.

Pemerintah mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas sehingga kebutuhan anggaran meningkat sejak awal tahun.

Belanja barang menjadi komponen dengan pertumbuhan paling tinggi.

Realisasinya mencapai Rp209,3 triliun atau melonjak 114,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan belanja barang tersebut.

Hingga akhir Mei 2026, penyaluran anggaran untuk program MBG telah mencapai Rp86,6 triliun.

Pengangkatan ASN Baru Dongkrak Belanja Pegawai

Selain belanja barang, belanja pegawai juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pegawai mencapai Rp155,1 triliun atau tumbuh 25,2 persen secara tahunan.

Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan tersebut didorong oleh pengangkatan sekitar 355.000 aparatur sipil negara (ASN) baru.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembayaran tunjangan pendidik non-PNS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan.

Menurut Purbaya, percepatan belanja negara mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan anggaran tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.

Ia menilai langkah tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan konsumsi, aktivitas pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja.

“Bapak Presiden ingin memastikan belanja tepat waktu dan tepat sasaran untuk perekonomian,” pungkasnya. (*)

Show More
Back to top button