Daerah

BPS Samarinda Dorong OPD Terapkan Prinsip Satu Data Indonesia

IDENESIA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya memperkuat tata kelola data yang akurat, terintegrasi, dan berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Samarinda Tahun 2026 yang digelar di Ruang Klinik Perencanaan Bapperida  Samarinda, Kamis (18/6).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Samarinda sebagai produsen data sektoral.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai pentingnya penyelenggaraan statistik sektoral yang sesuai dengan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia.

Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Kebijakan

Kegiatan dibuka oleh Kepala BPS Samarinda, Supriyanto.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Satu Data Indonesia merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 yang harus dilaksanakan oleh seluruh instansi pemerintah, termasuk OPD di daerah.

Menurutnya, keberadaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam proses pembangunan.

Data yang berkualitas akan membantu pemerintah dalam menyusun perencanaan, melaksanakan program, melakukan evaluasi, hingga mengambil keputusan yang tepat sasaran.

“Data yang baik merupakan dasar utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Karena itu, seluruh perangkat daerah perlu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia secara konsisten,” ujarnya.

Pemahaman Statistik Sektoral Diperkuat

Materi sosialisasi disampaikan oleh Tim Statistik Sektoral BPS Samarinda yang terdiri atas Ketua Tim Statistik Sektoral Tri Subagyo, Statistisi Ahli Muda Salman Basri, dan Statistisi Ahli Pertama Elga Winner Mombun.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek penting penyelenggaraan statistik sektoral, mulai dari tujuan dan jenis statistik hingga penerapan empat prinsip utama Satu Data Indonesia, yaitu standar data, metadata, interoperabilitas data, dan kode referensi.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran masing-masing pihak dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia di tingkat daerah.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan proses pengelolaan data berjalan selaras dan terkoordinasi antarinstansi.

Dorong Data Berkualitas dan Terintegrasi

Tidak hanya membahas konsep dasar, kegiatan ini juga mengulas tahapan penyelenggaraan Satu Data Indonesia, penerapan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM), serta berbagai bentuk pembinaan yang dilakukan BPS dalam mendukung implementasi statistik sektoral.

Peserta turut mendapatkan informasi mengenai Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) sebagai instrumen untuk mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan statistik di lingkungan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemkot Samarinda berharap seluruh OPD semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menghasilkan data yang berkualitas, terstandar, dan terintegrasi.

Dengan penguatan statistik sektoral yang berkelanjutan, pembangunan daerah diharapkan dapat dirancang secara lebih tepat sasaran, efektif, transparan, serta berbasis pada data yang valid dan terpercaya. (*)

Show More
Back to top button