Internasional

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Timur Tengah, USS George Washington Ambil Alih Pengerahan

IDENESIA.CO – Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln meninggalkan kawasan Timur Tengah setelah menjalani pengerahan panjang dalam operasi militer AS. Militer AS kemudian mengerahkan USS George Washington untuk menggantikan posisi kapal tersebut di bawah komando Komando Pusat AS atau CENTCOM.

CENTCOM mengumumkan kedatangan kelompok tempur USS George Washington melalui media sosial X pada Kamis (20/8/2026). Komando tersebut menyatakan kapal induk itu mulai menjalankan penugasan terjadwal setelah tiba di wilayah operasi CENTCOM.

Pengerahan USS George Washington berlangsung setelah muncul laporan mengenai kondisi personel di USS Abraham Lincoln. Sejumlah laporan media menyoroti persoalan kehidupan awak kapal, termasuk masalah pasokan makanan, sistem saluran air, sanitasi, serta kondisi mental para personel.

USS George Washington Gantikan USS Abraham Lincoln

USS George Washington sebelumnya beroperasi di kawasan Pasifik dan memiliki pangkalan di Jepang. Presiden AS Donald Trump kemudian memerintahkan pengerahan kapal tersebut ke Timur Tengah setelah laporan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln mencuat.

USS Abraham Lincoln sendiri telah menjalani pengerahan panjang. Kapal induk itu beroperasi di kawasan Pasifik sejak November 2025 sebelum AS mengalihkannya ke Timur Tengah.

Kapal tersebut tiba di kawasan Timur Tengah pada Januari 2026. Sejak saat itu, USS Abraham Lincoln mendukung operasi militer AS terhadap Iran, termasuk operasi laut yang berkaitan dengan pelabuhan dan kapal Iran.

Pengerahan yang berlangsung selama berbulan-bulan kemudian mendapat perhatian dari sejumlah politisi di Washington. Laporan menyebut USS Abraham Lincoln telah berlayar lebih dari 240 hari. Kapal tersebut juga menjalani sekitar 200 hari tanpa transit atau singgah di pelabuhan.

Seorang pejabat AS kemudian mengonfirmasi keberangkatan USS Abraham Lincoln dari kawasan tersebut. Laksamana Brad Cooper, pimpinan CENTCOM, sebelumnya juga menyinggung kepulangan awak kapal dalam sebuah artikel opini mengenai kapal induk tersebut.

Kondisi Awak USS Abraham Lincoln Jadi Sorotan

Sejumlah laporan media, termasuk Military Times dan Stars and Stripes, menggambarkan berbagai persoalan yang terjadi selama USS Abraham Lincoln menjalani pengerahan panjang. Masalah tersebut mencakup kerusakan sistem saluran air, kendala sanitasi, keterbatasan makanan segar, serta minimnya kesempatan bagi awak kapal untuk turun ke daratan.

Kondisi mental personel juga memicu kekhawatiran keluarga. Sejumlah laporan menyebut terdapat personel yang mencoba melompat ke laut. Laporan lain juga menyinggung dugaan percobaan bunuh diri di atas kapal.

Situasi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Kongres AS. Sebanyak 13 anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Para senator meminta penjelasan mengenai lamanya pengerahan USS Abraham Lincoln serta kondisi yang harus dihadapi para personel selama bertugas.

Hegseth membantah gambaran mengenai kondisi buruk di kapal tersebut. Dia menyatakan sejumlah laporan telah menggambarkan situasi secara keliru.

Trump juga menepis kekhawatiran mengenai durasi pengerahan USS Abraham Lincoln. Ketika mendapat pertanyaan mengenai masa penugasan kapal tersebut, Trump mengatakan pengerahan itu masih jauh dari kata cukup lama.

Pergantian Kapal Induk AS di Timur Tengah

Pergantian USS Abraham Lincoln dengan USS George Washington berlangsung ketika pemerintahan Trump menghadapi sorotan atas operasi militernya terhadap Iran. Laporan mengenai kondisi awak kapal menambah tekanan politik terhadap pemerintah AS.

Untuk sementara, pengerahan USS George Washington ke Timur Tengah juga mengubah posisi kapal induk AS di kawasan Pasifik. Kapal induk yang sebelumnya beroperasi di kawasan tersebut kini menjalankan tugas di bawah komando CENTCOM.

Perubahan pengerahan ini turut mendapat perhatian karena AS memiliki kepentingan strategis di kawasan Indo-Pasifik. Berkurangnya kehadiran kapal induk AS di kawasan tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi China untuk memperkuat pengaruhnya.

Sementara itu, USS Abraham Lincoln kini mengakhiri masa pengerahan panjangnya. Pergantian tersebut memungkinkan awak kapal kembali dari tugas yang berlangsung selama berbulan-bulan, sekaligus menempatkan USS George Washington sebagai bagian dari kekuatan angkatan laut AS di Timur Tengah.

(Redaksi)

Show More
Back to top button