
IDENESIA.ID – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pengawasan ketat pada setiap tahapan penyediaan makanan. Zulhas mengingatkan SPPG agar tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi juga memastikan seluruh proses pengelolaan makanan berjalan sesuai standar keamanan.
Menurut Zulhas, pengelola SPPG memiliki tanggung jawab besar karena program MBG menyasar anak-anak Indonesia. Karena itu, setiap tahapan mulai dari pengolahan hingga distribusi perlu mendapat perhatian yang sama. Kelalaian pada salah satu tahapan dapat memengaruhi keamanan makanan yang diterima penerima manfaat.
Pesan tersebut menempatkan disiplin sebagai bagian penting dalam pelaksanaan MBG. Zulhas meminta SPPG menjalankan standar higiene dan sanitasi secara konsisten. Pengelola juga perlu memastikan proses penyimpanan, penyajian, serta distribusi makanan berlangsung dengan baik.
SPPG Perlu Memastikan Setiap Tahapan Berjalan Sesuai Standar
Zulhas menilai SPPG tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan administrasi. Pengelola harus menerapkan standar pengelolaan makanan dalam kegiatan sehari-hari.
Proses pengolahan menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan perhatian. SPPG perlu menjalankan prosedur secara disiplin agar makanan tetap memenuhi standar sebelum pengelola menyerahkannya kepada penerima manfaat.
Hal yang sama berlaku pada penyimpanan makanan. Pengelola SPPG perlu memastikan makanan tersimpan dengan cara yang sesuai ketentuan. Setelah itu, proses penyajian juga harus mendapat pengawasan agar kualitas makanan tetap terjaga.
Tahap distribusi turut memiliki peran penting. SPPG harus memperhatikan proses pengiriman makanan hingga sampai kepada penerima manfaat. Dengan pengelolaan yang konsisten, pelaksana dapat mengurangi risiko yang muncul akibat kesalahan dalam penanganan makanan.
Zulhas meminta pengelola melihat seluruh rangkaian tersebut sebagai satu kesatuan. Pemenuhan standar administrasi tetap penting, tetapi pelaksana juga harus menerapkannya dalam praktik operasional.
Satu Kejadian Harus Menjadi Evaluasi SPPG
Perhatian terhadap disiplin SPPG semakin penting ketika sebuah kejadian dapat berdampak kepada penerima manfaat dalam jumlah besar. Zulhas meminta semua pihak tidak menganggap ringan setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan makanan dalam program MBG.
“Satu kejadian saja harus kita anggap serius. Apalagi kalau sampai ratusan anak terdampak,” kata Zulhas.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap setiap persoalan dalam pelaksanaan program. Ketika sebuah kejadian memengaruhi banyak anak, dampaknya tidak hanya menyangkut satu penerima manfaat.
Karena itu, SPPG perlu menggunakan setiap kejadian sebagai bahan evaluasi. Pengelola dapat memeriksa kembali proses pengolahan, penyimpanan, penyajian, dan distribusi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Langkah evaluasi juga dapat membantu pengelola menemukan titik yang membutuhkan perbaikan. Dengan cara tersebut, SPPG dapat meningkatkan kedisiplinan dan menjaga pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai tujuan.
Keselamatan Anak Menjadi Prioritas MBG
Zulhas mengingatkan bahwa MBG memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menyediakan makanan bagi penerima manfaat. Program tersebut bertujuan mendukung perbaikan gizi dan masa depan anak-anak Indonesia.
Karena itu, SPPG harus menempatkan keselamatan anak sebagai pertimbangan utama dalam setiap kegiatan. Pengelola tidak boleh memisahkan tanggung jawab administratif dari praktik keamanan makanan.
Standar higiene dan sanitasi harus berjalan bersama dengan prosedur pengolahan makanan. Begitu pula dengan penyimpanan, penyajian, dan distribusi. Setiap tahapan membutuhkan kedisiplinan agar makanan yang diterima anak tetap aman.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pelaksana MBG untuk menjaga kualitas pelaksanaan program. SPPG perlu memastikan setiap prosedur berjalan secara konsisten, bukan hanya ketika pengawasan berlangsung.
Zulhas menegaskan bahwa pelaksana harus memberikan perhatian serius terhadap keselamatan penerima manfaat. Ia tidak ingin pelaksanaan program mengabaikan aspek keamanan makanan demi mengejar kelancaran distribusi.
“MBG adalah program untuk memperbaiki gizi dan masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, keselamatan mereka tidak boleh dikompromikan,” tutup Zulhas.
Dengan penekanan tersebut, disiplin SPPG menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pelaksanaan MBG. Pengelola perlu memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar agar tujuan program dapat tercapai tanpa mengabaikan keselamatan anak.
(Redaksi)



