Nasional

Karhutla Betapus Samarinda Capai 20,5 Hektare, Tim Gabungan Cegah Api Mendekati Permukiman

IDENESIA.CO –  Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Betapus, Samarinda, berhasil dikendalikan setelah tim gabungan berjibaku selama dua hari. Petugas mencegah api merambat ke permukiman warga yang hanya berjarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Tim gabungan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, TNI, Polri, serta relawan pemadam kebakaran. Mereka menangani karhutla yang membakar lahan seluas 20,5 hektare.

Kepala BPBD Samarinda Suwarso mengatakan tim mulai melakukan pemadaman sejak Sabtu sore. Operasi berlanjut hingga Minggu malam.

Relawan pemadam kebakaran mengepung lokasi dari sejumlah sisi. Strategi tersebut membantu petugas memutus pergerakan api.

“Bersyukurnya kita teman-teman relawan pemadam kebakaran mengepung dari beberapa sisi, sehingga sekitar pukul 21.00 WITA api selesai dipadamkan,” ujar Suwarso.

BPBD Pastikan Tidak Ada Titik Api

Suwarso memastikan petugas tidak lagi menemukan titik api yang menyala. Meski begitu, tim tetap melakukan patroli di sekitar lokasi.

Patroli bertujuan menemukan bara api yang mungkin kembali menyala. Petugas juga mengantisipasi munculnya titik api baru.

Pemadaman di Betapus menghadapi sejumlah kendala. Lokasi titik api cukup jauh dari jalan utama.

Kondisi itu membuat kendaraan pemadam tidak bisa mendekati lokasi secara langsung. Petugas pun harus mencari cara lain untuk mengalirkan air menuju titik kebakaran.

Persediaan air di sekitar lokasi juga terbatas. Embusan angin yang kencang membuat api lebih cepat bergerak.

Vegetasi belukar yang mengering turut memperparah kondisi. Api bahkan menjalar hingga bagian bawah tanah.

“Kami menggunakan sistem tunda dengan menyambung lebih dari 12 rol selang untuk mengambil pasokan air dari sisi Sungai Karangmumus di kawasan Bengkuring,” paparnya.

Strategi tersebut membantu petugas menghadang pergerakan api. Tim gabungan berhasil menjaga kobaran agar tidak mencapai permukiman warga.

BPBD Koordinasi Pengerahan Helikopter

Suwarso mengatakan BPBD Samarinda terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Koordinasi itu berkaitan dengan rencana operasi water bombing.

Menurutnya, helikopter water bombing sudah bersiaga di Bandara APT Pranoto. Tim akan segera menjalankan operasi tersebut untuk membantu mempercepat penanganan karhutla.

Suwarso menyebut karhutla di Samarinda telah mencapai 176 kejadian. Karena itu, BPBD membutuhkan dukungan penanganan dari berbagai pihak.

Ia juga berharap operasi water bombing dapat membantu mengatasi kebakaran di lahan pertanian.

“Jika memungkinkan, lahan pertanian bisa ikut dilakukan water bombing untuk mempercepat proses pengembalian fungsi sawah agar tanah hidup kembali, sehingga petani juga bisa merasakan manfaatnya,” tambah Suwarso.

BPBD Pasang Alat Pemantau Kualitas Udara

Selain memadamkan api, BPBD Samarinda mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari paparan asap.

BPBD bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Laboratorium Kesehatan Provinsi, dan Balai K3. Mereka memasang alat ukur kualitas udara portabel di tiga kawasan rawan.

Ketiga lokasi tersebut meliputi Bantuas, Makroman, dan Betapus.

Petugas juga membagikan masker gratis kepada masyarakat. Langkah itu bertujuan mengurangi risiko paparan asap selama kondisi udara masih terdampak karhutla.

(Redaksi)

Show More
Back to top button