Internasional

Inggris Minta Warga Siapkan Stok Makanan dan Air, Ancaman Perang Jadi Sorotan

IDENESIA.CO – Pemerintah Inggris meminta masyarakat menyiapkan persediaan makanan dan air minum untuk menghadapi situasi darurat. Imbauan ini muncul setelah Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memperingatkan potensi serangan dari negara-negara yang memusuhi Inggris menjelang 2030.

Dilansir The Independent dan Anadolu Agency, Selasa (27/10/2026), Streeting menilai Inggris memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk memperkuat pertahanan dan mempersiapkan diri bersama sekutu.

Dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph, ia menyoroti peningkatan kemampuan militer dan ekonomi perang pihak lawan. Menurutnya, perkembangan tersebut dapat membuka peluang serangan terhadap Inggris menjelang akhir dekade ini.

“Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melakukan serangan,” tulis Streeting.

Karena itu, ia meminta Inggris memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperkuat kemampuan pertahanan bersama negara-negara sekutu.

“Ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan meraih kemenangan,” sambungnya.

Inggris Waspadai Ancaman Rusia Menjelang 2030

Streeting menyoroti potensi agresi Rusia sebagai salah satu ancaman yang perlu diantisipasi Inggris. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus menyiapkan langkah pencegahan sekaligus menghadapi kemungkinan terburuk.

“Untuk mencegah skenario terburuk, kita harus bersiap menghadapinya,” ujarnya.

Selain ancaman militer, Streeting juga menyoroti risiko terorisme yang disponsori negara. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional karena ancaman tersebut semakin nyata.

“Menghadapi ancaman-ancaman tersebut—yang bukan sekadar hipotesis melainkan nyata, dan bukan terjadi di tempat lain melainkan semakin terasa di sini—kita harus meningkatkan upaya dan menanggapi ketahanan nasional serta pertahanan nasional kita dengan serius,” katanya.

Warga Inggris Diminta Simpan 9 Liter Air

Di tengah kekhawatiran terhadap keamanan nasional, pemerintah Inggris menjalankan kampanye Be Ready atau Bersiaplah. Kampanye ini mengajak masyarakat menyiapkan kebutuhan dasar untuk menghadapi gangguan layanan penting.

Pemerintah menyarankan setiap warga menyediakan sekitar sembilan liter air minum kemasan dan persediaan makanan untuk tiga hari. Dengan persiapan tersebut, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar ketika keadaan darurat mengganggu pasokan barang atau layanan publik.

Selain makanan dan air, warga juga perlu menyiapkan perlengkapan pendukung. Berikut sejumlah barang yang disarankan untuk tersedia di rumah:

  • Selimut dan uang tunai.
  • Kotak pertolongan pertama atau P3K.
  • Senter beserta baterai cadangan.
  • Radio FM yang menggunakan tenaga putar tangan.
  • Persediaan makanan dan air minum untuk tiga hari.

Imbauan ini tidak hanya menyasar kemungkinan perang. Sebaliknya, pemerintah juga mengantisipasi cuaca ekstrem, serangan siber, dan krisis lain yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Perdana Menteri Inggris: Persiapan Bukan untuk Menimbulkan Kepanikan

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut mengajak masyarakat menyimpan persediaan makanan dan air di rumah. Ia menilai langkah tersebut merupakan tindakan wajar untuk menghadapi keadaan darurat.

Dalam wawancara dengan BBC, Burnham menegaskan pemerintah tidak bermaksud menimbulkan kepanikan. Sebaliknya, ia ingin masyarakat memiliki persediaan yang cukup ketika menghadapi situasi sulit.

“Ini bukan soal kepanikan, melainkan tentang mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk memastikan ketersediaan kebutuhan yang cukup di rumah, agar kita bisa bertahan jika sewaktu-waktu menghadapi situasi sulit,” ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah berharap setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri untuk sementara waktu apabila layanan penting mengalami gangguan.

MI5 Peringatkan Ancaman terhadap Infrastruktur Inggris

Selain pemerintah, badan intelijen Inggris MI5 juga menyoroti meningkatnya risiko keamanan. Awal Oktober 2026, Direktur Jenderal MI5 Sir Ken McCallum menyerukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk melindungi infrastruktur nasional.

McCallum memperingatkan bahwa peretas dapat melumpuhkan layanan perbankan melalui serangan siber. Sementara itu, penggunaan drone untuk mengganggu penerbangan dan serangan terhadap sistem komputer rumah sakit juga dapat membahayakan masyarakat.

Karena itu, ia meminta Inggris memperkuat kesiapan menghadapi berbagai ancaman terhadap layanan penting.

McCallum juga menilai situasi geopolitik dunia tidak akan segera kembali seperti sebelum meningkatnya persaingan antarnegara. Ia menjelaskan bahwa MI5 kini menyusun strategi dengan mempertimbangkan risiko keamanan jangka panjang.

Menurutnya, periode stabilitas geopolitik yang berkembang setelah Perang Dingin telah berakhir. Oleh sebab itu, Inggris perlu menyesuaikan strategi pertahanan dan keamanan untuk menghadapi persaingan yang lebih intensif.

Peringatan tersebut memperkuat pesan pemerintah bahwa kesiapsiagaan nasional membutuhkan peran negara dan masyarakat. Selain memperkuat pertahanan, warga juga perlu menyiapkan kebutuhan dasar agar mampu menghadapi gangguan yang muncul sewaktu-waktu.

(Redaksi)

Show More
Back to top button