
IDENESIA.CO – Pemerintah mulai mematangkan rencana pembangunan kawasan kota pintar atau smart city di 12 wilayah Indonesia. BP BUMN bersama Danantara Indonesia menargetkan tiga kota percontohan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan pihaknya ingin mempercepat persiapan proyek tersebut. Tahap awal akan berfokus pada penyusunan master plan di tiga lokasi prioritas.
“Groundbreaking harapannya kan secepatnya mungkin. Kalau bisa Desember itu kita udah groundbreaking,” kata Dony saat bertemu Direktur Utama PT Kota Masa Depan Indonesia, Musa Bangun, di Kantor Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Tiga lokasi yang masuk tahap awal pengembangan yakni Walini, Batang, dan Medan. Setelah itu, Danantara bersama BP BUMN akan melakukan peninjauan terhadap sejumlah wilayah lain, termasuk Tuban dan Subang.
“Master plannya kita mulai dari yang tiga dulu supaya ini kan contohnya dulu,” ujar Dony.
Danantara Libatkan Tenaga Ahli Internasional
Dony menjelaskan pembangunan kota pintar membutuhkan perencanaan matang. Sebab, proyek tersebut bukan sekadar membangun gedung atau kawasan komersial, melainkan membentuk ekosistem perkotaan secara menyeluruh.
Karena itu, Danantara dan BP BUMN berencana melibatkan tenaga ahli internasional untuk menyusun master plan dan merancang kawasan.
“Setiap project itu nanti struktur projectnya karena investmentnya kan gede dan itu bukan bangun hotel (tapi) bangun kota. Makanya yang di atas ini expert-expert. Yang di bawah itu nanti organisasinya yang eksekutornya yang kuat-kuat juga,” jelasnya.
Dony juga ingin proyek tersebut menghadirkan identitas baru bagi pembangunan perkotaan Indonesia. Ia menekankan pentingnya kualitas arsitektur, tata ruang, dan infrastruktur sejak tahap perencanaan.
“Kita harus menjadi ikonnya Indonesia, apa pun yang kita kerjakan. Makanya kita kerjain dengan bener, master plannya-nya benar, yang arsiteknya benar. Jadi kita akan hire nanti master planernya yang internasional. Supaya kawasan ini betul-betul bagus. Semua itu nanti kota modern. Itu nanti nggak ada kabel-kabel,” ungkapnya.
Smart City Terintegrasi dengan Hunian dan Fasilitas Publik
Pengembangan smart city tidak hanya berorientasi pada pembangunan kawasan modern. Pemerintah juga ingin menghadirkan sistem mobilitas yang mudah serta menghubungkan berbagai fasilitas perkotaan.
Rencananya, kawasan tersebut akan mengintegrasikan hunian, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
PT Kota Masa Depan Indonesia akan menangani pengembangan proyek tersebut. Perusahaan ini menargetkan pembangunan kawasan perkotaan modern yang mampu memperkuat ekosistem industri dan investasi.
Pengembangan itu juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi serta mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah.
Smart City Juga Siapkan Rumah Subsidi
Selain infrastruktur modern, proyek ini juga membawa konsep hunian yang menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dony sebelumnya menyampaikan rencana penyediaan rumah subsidi di kawasan smart city. Menurutnya, pembangunan kota selama ini cenderung menyasar masyarakat kelas menengah atas.
“Kita menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah. Karena selama ini kota-kota yang dibangun itu semuanya untuk orang menengah ke atas semua kan. Nggak ada konsentrasi membangun kota untuk rakyat lah,” kata Dony dalam pertemuan Senin (12/10/2026).
Pemerintah berencana menyediakan skema pembelian rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Melalui konsep tersebut, Danantara ingin menghadirkan kawasan perkotaan yang tidak hanya modern, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk tinggal di dalamnya.
(Redaksi)




