
Melalui konsep tersebut, Pemkot Samarinda membatasi belanja pegawai dan belanja operasional hingga maksimal 30 persen dari total APBD. Pemkot kemudian mengarahkan sisa anggaran untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, memperkuat pelayanan publik, serta menjalankan program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut Andi Harun, gagasan APBD Cerdas lahir setelah pemerintah pusat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027.
APBD Cerdas 2027 Jadi Jawaban atas Tantangan Fiskal Daerah
Andi Harun menjelaskan pemerintah pusat memang menaikkan pagu Transfer ke Daerah (TKD). Namun, pemerintah juga memperkirakan ruang fiskal yang diterima setiap daerah tidak akan bertambah signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Karena itu, Andi Harun meminta seluruh perangkat daerah mengubah cara mengelola anggaran. Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap rupiah APBD menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Karena itu lahirlah gagasan APBD Cerdas 2027. Respons kita bukan mengeluhkan keterbatasan fiskal, tetapi melakukan adaptasi melalui perubahan perilaku belanja daerah yang lebih disiplin, lebih produktif, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil,” kata Andi Harun.
Andi Harun Tekankan Efisiensi Anggaran Tanpa Mengurangi Pelayanan
Andi Harun menegaskan efisiensi anggaran tidak berarti menghentikan pembangunan maupun mengurangi kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, pemerintah akan menghapus berbagai pengeluaran yang tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Efisiensi adalah berani berhenti boros. Bukan berhenti membangun. Yang kita hentikan adalah pemborosan-pemborosan yang selama ini masih terjadi,” ujarnya.
Andi Harun menyebut Pemkot Samarinda masih bisa menekan sejumlah pengeluaran rutin. Pengeluaran tersebut meliputi belanja makan dan minum rapat, perjalanan dinas, serta berbagai biaya operasional kantor.
Menurutnya, pemerintah tetap menyediakan anggaran untuk kebutuhan tersebut, tetapi seluruh organisasi perangkat daerah harus menghitung kebutuhannya secara cermat agar tidak membebani APBD.
“Kalau ada yang bisa dihemat, kenapa harus diboroskan. Belanja makan minum, perjalanan dinas, biaya operasional kantor, semuanya harus dihitung secara cermat agar anggaran lebih banyak dinikmati masyarakat,” katanya.
Pemkot Samarinda Batasi Belanja Operasional Maksimal 30 Persen
Melalui APBD Cerdas 2027, Pemkot Samarinda membatasi belanja pegawai dan operasional pemerintah hingga maksimal 30 persen dari total APBD.
Belanja tersebut meliputi gaji pegawai, perjalanan dinas, konsumsi rapat, listrik, air, telepon, hingga kebutuhan operasional kantor lainnya.
Pemkot Samarinda kemudian menggunakan sekitar 70 persen APBD untuk membangun infrastruktur, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, memperkuat pelayanan publik, serta menjalankan berbagai program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
APBD Samarinda Terapkan Penganggaran Berbasis Kinerja
Andi Harun menilai masyarakat akan mengukur keberhasilan pemerintah daerah dari manfaat yang mereka rasakan, bukan dari besarnya APBD yang dimiliki pemerintah.
Karena itu, Pemkot Samarinda akan menerapkan sistem penganggaran berbasis kinerja dengan delapan prinsip utama. Pemkot akan menetapkan tujuan pembangunan yang jelas, menyusun indikator kinerja yang terukur, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta mengevaluasi seluruh program berdasarkan hasil yang dicapai.
Andi Harun juga menilai konsep APBD Cerdas sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong tata kelola fiskal lebih disiplin, efisien, dan berpihak kepada masyarakat.
Andi Harun Sebut APBD Cerdas Selaras dengan Kebijakan Prabowo
“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Efisiensi adalah keberanian berhenti boros. Kalau ada belanja makan minum, perjalanan dinas, atau biaya operasional yang bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas pelayanan, maka itu yang harus kita lakukan. Target kami sederhana, semakin besar porsi APBD yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Andi Harun.


