Internasional

Baru Disepakati, Iran Langsung Bongkar 3 Pelanggaran AS dalam Gencatan Senjata

POLITIKAL.ID – Iran langsung mengguncang kesepakatan damai dengan Amerika Serikat setelah menuding Washington melanggar sejumlah klausul penting hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan. Teheran bahkan menilai kondisi ini membuat negosiasi menjadi sulit dilanjutkan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan kritik keras terhadap langkah AS yang dinilai tidak konsisten sejak awal kesepakatan.

“Ini membuat gencatan senjata dan negosiasi sulit dilakukan,” ujar Ghalibaf dalam pernyataannya.

Iran Ungkap 3 Pelanggaran AS dalam Kesepakatan

Iran menyebut 3 pelanggaran AS sebagai dasar tudingan tersebut. Pelanggaran ini berkaitan langsung dengan klausul dalam proposal 10 poin yang sebelumnya disepakati sebagai dasar negosiasi.

  1. Serangan di Lebanon Masih Berlanjut
    Iran menilai gencatan senjata tidak berjalan menyeluruh karena serangan di Lebanon tetap terjadi. Teheran menyebut wilayah tersebut seharusnya masuk dalam cakupan penghentian konflik.
  2. Drone Masuk Wilayah Udara Iran
    Iran mendeteksi adanya drone yang memasuki wilayah udaranya. Insiden ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan komitmen penghentian aktivitas militer selama gencatan senjata.
  3. Penolakan Hak Pengayaan Uranium
    Iran juga menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak hak Iran untuk memperkaya uranium. Padahal, Teheran memasukkan poin tersebut dalam proposal sebagai dasar negosiasi.

Iran: Kepercayaan terhadap AS Kembali Runtuh

Ghalibaf menegaskan bahwa pelanggaran ini bukan yang pertama kali terjadi. Ia menyebut pola ketidakpatuhan AS telah berulang dan memperkuat ketidakpercayaan Iran setelah 3 pelanggaran AS terhadap Iran.

“Ketidakpercayaan historis yang mendalam berasal dari pelanggaran berulang terhadap komitmen,” tegasnya.

Situasi ini membuat Iran mempertanyakan relevansi gencatan senjata yang baru saja disepakati. Teheran bahkan memberi sinyal bahwa negosiasi bisa kehilangan dasar jika pelanggaran terus terjadi.

Di sisi lain, AS tetap mengklaim kesepakatan ini sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang. Namun, tudingan Iran menunjukkan bahwa ketegangan belum benar-benar mereda dan potensi konflik masih terbuka lebar.

Show More
Back to top button