
IDENESIA.CO – Perbaikan sanitasi rumah tangga menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Samarinda dalam menekan angka stunting. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Non Nutrisi, pemerintah menggandeng organisasi dan pihak swasta untuk membantu keluarga berisiko stunting mendapatkan akses jamban sehat.
Program tersebut menyalurkan bantuan Rp37.755.000 dari DPD IPPRISIA Kalimantan Timur untuk pembangunan jamban sehat bagi tiga keluarga. Ketiga penerima manfaat berasal dari Kelurahan Tenun, Sempaja Utara, dan Pasar Pagi.
Selain bantuan sanitasi, program ini juga menghadirkan pelatihan budidaya tanaman pekarangan guna meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (5/11/2026).
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., membuka kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Ekonomi Keluarga Berisiko Stunting (KRS)” tersebut.
Dalam sambutannya, Saefuddin menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pemenuhan gizi anak harus berjalan seiring dengan perbaikan sanitasi, kesehatan lingkungan, dan kondisi ekonomi keluarga.
Ia juga mengajak masyarakat mengoptimalkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan. Cabai, tomat, dan sayuran menjadi contoh tanaman yang dapat masyarakat budidayakan meski memiliki lahan terbatas.
Hasil panen tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dapur. Kegiatan tersebut juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dan membuka peluang pendapatan tambahan.
“Rumah yang ideal bukanlah rumah yang paling megah dindingnya, melainkan rumah yang paling subur kepedulian pangannya,” ungkap Saefuddin.
Ia berharap masyarakat mampu mengubah pekarangan kosong menjadi sumber pangan yang produktif.
“Kita ingin mengubah pekarangan rumah yang selama ini mungkin hanya sekadar kosong, menjadi lumbung hidup keluarga yang mandiri,” pesannya.
Saefuddin turut mengingatkan peserta agar menerapkan keterampilan yang mereka peroleh selama pelatihan. Ia juga mendorong peserta membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sekitar.
Klinik Risa Medika Ikut Dukung Program GENTING
Dalam pelaksanaan program ini, Klinik Risa Medika turut memberikan bantuan sebesar Rp8.000.000 untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Wakil Wali Kota Samarinda bersama perwakilan DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dan Klinik Risa Medika menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat.
Pada kesempatan tersebut, DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda juga menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama ini memperkuat sinergi dalam pemberdayaan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menjelaskan bahwa Program GENTING Non Nutrisi menjalankan dua bentuk intervensi. Pertama, pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting. Kedua, pelatihan budidaya tanaman pekarangan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga.
Sebanyak 42 Peserta Ikuti Pelatihan Tanaman Pekarangan
Deasy menyampaikan bahwa pelatihan budidaya tanaman pekarangan melibatkan 42 peserta. Sebanyak 30 orang berasal dari keluarga berisiko stunting. Sementara 12 lainnya merupakan unsur pendamping dan kelembagaan.
Panitia menerapkan metode pelatihan dengan komposisi 20 persen materi dan 80 persen praktik. Peserta mempelajari teknik budidaya cabai, tomat, dan kangkung secara langsung.
DPD IPPRISIA Kalimantan Timur bersama Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) mendukung kegiatan tersebut melalui penyediaan instruktur dan materi pelatihan.
DPPKB Samarinda juga menyiapkan pendampingan selama enam bulan. PKB/PLKB, TP PKK, UPPKA, dan perangkat terkait akan membantu peserta mengembangkan keterampilan yang mereka peroleh.
Pendampingan tersebut diharapkan mendorong keluarga mengelola pekarangan secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil pelatihan dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan pangan dan ekonomi rumah tangga.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Timur Dr. Sunarto, S.K.M., M.Adm.KP., Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum, S.E., M.M., Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi, S.STP., M.A.P., serta Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Noorbayah, S.Sos., M.Si.
Sejumlah lurah juga hadir, yakni dari Kelurahan Baqa, Tenun, Loa Buah, dan Teluk Lerong Ulu.
Saefuddin berharap kerja sama pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta terus berkembang. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pemerintah Kota Samarinda akan selalu berdiri membersamai langkah-langkah pemberdayaan seperti ini demi mewujudkan Samarinda sebagai kota yang maju, sejahtera, dan bebas dari stunting,” tutupnya.
Melalui Program GENTING Non Nutrisi, Pemkot Samarinda ingin memastikan pencegahan stunting menyentuh berbagai kebutuhan keluarga. Perbaikan sanitasi dan penguatan ekonomi menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan sehat serta mendukung tumbuh kembang anak.
(Redaksi)


