IDENESIA.CO - Masalah anak jalanan (Anjal) dan gembel pengemis (Gepeng) di Kota Samarinda tak hanya disebabkan oleh lemahnya penegakan aturan, tetapi juga oleh minimnya pendekatan sosial yang berorientasi pada solusi jangka panjang.
Hal ini menjadi perhatian DPRD Samarinda dalam mencari langkah efektif untuk menanggulangi permasalahan tersebut.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata, menegaskan bahwa selain penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang pemberian uang kepada pengemis, pemerintah juga perlu mengedepankan pendekatan sosial berupa rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi.
“Tidak cukup hanya melarang dan menertibkan, pemerintah harus memiliki solusi jangka panjang untuk menangani Anjal dan Gepeng. Mereka harus dibantu dengan pelatihan keterampilan, akses lapangan pekerjaan, serta program sosial lainnya,” ujar Aris.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara dinas sosial, kepolisian, dan masyarakat dalam mengidentifikasi penyebab utama keberadaan Anjal dan Gepeng.
Beberapa faktor seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, hingga eksploitasi anak menjadi penyebab utama yang harus ditangani dengan serius.