
Dorongan tersebut mengemuka seiring penguatan kelembagaan Forum GenRe Samarinda melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Legalitas ini diharapkan memperkuat posisi organisasi dalam membangun kemitraan sekaligus memperluas kegiatan pemberdayaan remaja.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, Deasy Evriyani, menilai penguatan organisasi harus diikuti perubahan pola kerja. Menurutnya, setiap anggota perlu memiliki tanggung jawab dan target kegiatan yang jelas.
Saat ini, Forum GenRe Samarinda memiliki 33 anggota. Mereka terdiri dari Duta GenRe, pengurus, serta anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang berasal dari sejumlah kecamatan, kelurahan, sekolah, dan perguruan tinggi.
Duta GenRe Samarinda Harus Menghasilkan Dampak
Deasy mengingatkan bahwa predikat Duta GenRe tidak boleh hanya menjadi identitas atau gelar dalam kegiatan seremonial. Para duta harus menunjukkan kemampuan melalui aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai kemampuan berbicara di depan publik, menari, menyanyi, maupun keterampilan lainnya perlu diarahkan untuk mendukung kegiatan edukasi remaja.
“Menjadi Duta GenRe bukan hanya soal kemampuan tampil atau menunjukkan keterampilan di depan orang banyak. Yang lebih penting, mereka harus mampu menggunakan kemampuan itu untuk memberikan manfaat dan membawa perubahan positif bagi teman-teman sebayanya,” tegas Deasy.
Karena itu, ia meminta setiap duta menyusun target kerja yang realistis dan dapat dievaluasi. Target tersebut dapat mencakup jumlah peserta sosialisasi, intensitas konseling, penyebaran materi edukasi, serta kegiatan advokasi.
Deasy juga menekankan pentingnya mengukur hasil setiap program. Dengan pencatatan yang teratur, pengurus dapat mengetahui sejauh mana kegiatan menjangkau remaja dan memberikan pengaruh positif.
“Jangan sampai kegiatan hanya berjalan tanpa ukuran keberhasilan. Kami ingin setiap duta mengetahui berapa banyak remaja yang mereka jangkau, kegiatan apa yang sudah dilaksanakan, dan manfaat apa yang bisa dirasakan oleh lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Forum GenRe Didorong Perluas Pendampingan Remaja
Penguatan organisasi melalui SK Wali Kota juga membuka peluang bagi Forum GenRe untuk memperluas fungsi pendampingan. Organisasi ini diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan di tingkat kota, tetapi turut membantu pengembangan kelompok PIK-R di kecamatan dan kelurahan.
Melalui peran sebagai mentor, anggota forum dapat mendukung kelompok PIK-R dalam menyelenggarakan edukasi dan konseling. Pola tersebut memungkinkan informasi mengenai persoalan remaja menjangkau lingkungan yang lebih dekat dengan sasaran.
Selain itu, latar belakang anggota yang berasal dari berbagai wilayah dan institusi pendidikan menjadi modal untuk memperkuat jaringan organisasi.
Namun, Deasy mengakui aktivitas forum sempat mengalami perlambatan ketika terjadi pergantian kepengurusan. Situasi tersebut perlu segera diatasi melalui pembentukan program kerja dan penguatan koordinasi antaranggota.
Dengan demikian, keberadaan forum tidak berhenti pada struktur kepengurusan, melainkan berkembang menjadi organisasi yang aktif menjalankan fungsi sosialnya.
Keterbatasan Dana Tidak Menghentikan Aktivitas
Di balik rencana pengembangan organisasi, persoalan anggaran masih menjadi tantangan. Deasy menjelaskan, dukungan pembiayaan Forum GenRe berada dalam lingkup Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) DPPKB Samarinda.
Akan tetapi, pemerintah kota belum menyediakan alokasi khusus untuk membiayai kegiatan forum pada tahun ini. Ia berharap dukungan anggaran dapat dipertimbangkan dalam perencanaan tahun berikutnya.
Untuk sementara, anggota mengandalkan kas organisasi dan iuran bulanan. Mereka juga memiliki peluang mencari dukungan dari pemerintah provinsi untuk menunjang kegiatan.
“Untuk menjalankan kegiatan sekarang, teman-teman Forum GenRe mengandalkan kemampuan sendiri. Mereka mengumpulkan kas dan iuran bulanan sebagai sumber pembiayaan. Jadi, kegiatan yang berjalan saat ini tidak menggunakan anggaran dari Pemerintah Kota Samarinda,” ungkap Deasy.
Kendati demikian, keterbatasan dana tidak membuat anggota menghentikan aktivitas organisasi. Mereka tetap berupaya menjalankan program sesuai kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
DPPKB Tingkatkan Kapasitas Pengurus
Selain memperkuat kelembagaan, DPPKB Samarinda juga mendorong peningkatan kemampuan pengurus melalui pelatihan pengelolaan organisasi.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari BKKBN Kalimantan Timur. Pelatihan diharapkan membantu anggota memahami tata kelola organisasi, menyusun program, serta meningkatkan kemampuan menjalankan pendampingan remaja.
Penguatan kapasitas menjadi penting agar Forum GenRe mampu mengelola kegiatan secara lebih profesional. Terlebih, organisasi memiliki tanggung jawab untuk memperluas edukasi dan membantu kelompok PIK-R di berbagai wilayah.
Melalui dukungan kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan kemitraan lintas sektor, Forum GenRe Samarinda diharapkan mampu memperkuat peran generasi muda dalam memberikan edukasi kepada sesamanya.
(Redaksi)


