
IDENESIA.CO – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur terus mendorong pembinaan atlet usia muda melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur 2026 yang berlangsung di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Kompetisi tersebut menjadi ajang penting untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk mental bertanding atlet muda dari berbagai daerah di Kaltim.
Kejuaraan yang berlangsung pada pertengahan Mei 2026 itu diikuti atlet-atlet muda dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Selain memperebutkan prestasi, Kejurprov juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet di masing-masing daerah.
Kejurprov Panjat Tebing Kaltim Jadi Wadah Regenerasi Atlet
Ketua Umum FPTI Kaltim, EL Nova Saefuddin Zuhri, mengatakan regenerasi atlet menjadi perhatian utama organisasi agar prestasi panjat tebing Kaltim tetap terjaga pada masa mendatang.
“Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.
Menurut El Nova, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang sejak usia dini. Dengan begitu, atlet muda memiliki kesiapan teknik, fisik, dan mental untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin pembinaan berjalan berjenjang. Dari kelompok umur inilah nanti muncul atlet-atlet yang bisa membawa nama Kalimantan Timur di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Ia menilai kompetisi rutin sangat penting agar atlet terbiasa menghadapi tekanan pertandingan. Dari ajang seperti Kejurprov, FPTI dapat memantau perkembangan kemampuan para atlet muda secara langsung.
Lomba Fotografi Tambah Semarak Kejurprov Panjat Tebing 2026
Untuk memeriahkan pelaksanaan kejuaraan, FPTI Kaltim juga menggelar lomba fotografi bertema “Semangat, Aksi, dan Prestasi di Setiap Ketinggian”. Lomba tersebut menjadi kegiatan pendukung selama pelaksanaan Kejurprov.
“Fotografi ini sifatnya pendukung untuk memeriahkan kegiatan. Fokus utama kami tetap pembinaan atlet dan pengembangan olahraga panjat tebing,” jelas El Nova.
Panitia membuka pendaftaran lomba mulai 9 hingga 12 Mei 2026. Pengambilan foto dilakukan selama pelaksanaan Kejurprov pada 13–15 Mei 2026 dan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 16 Mei 2026.
Panitia menyediakan hadiah Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu bagi juara kedua, dan Rp500 ribu bagi juara ketiga. Setiap peserta dapat mengirim maksimal tiga karya foto terbaik.
FPTI Kaltim berharap lomba fotografi mampu memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat melalui karya visual yang menampilkan semangat kompetisi para atlet muda.
FPTI Kaltim Optimistis Atlet Muda Mampu Bersaing Nasional
Di sisi lain, FPTI Kaltim optimistis atlet muda daerah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atlet nasional. Namun, hal tersebut harus ada dukungan pembinaan yang serius dan kesempatan bertanding yang konsisten.
“Anak-anak muda ini harus terus diberi ruang bertanding. Dari situ mental mereka terbentuk dan kemampuan mereka berkembang,” ujar Elly, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan dukungan seluruh pihak sangat atlet-atlet muda Kaltim butuhkan agar mampu meningkatkan prestasi di berbagai kejuaraan besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan nasional lainnya.
“Kami percaya atlet-atlet muda Kaltim punya potensi besar. Tinggal bagaimana pembinaan, jam terbang, dan dukungan semua pihak terus diperkuat,” tegasnya.
Melalui Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur 2026, FPTI Kaltim berharap lahir generasi atlet baru yang nantinya mampu menjadi kebanggaan Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional.
“Harapan kami tentu lahir generasi atlet baru yang bisa menjadi kebanggaan Kalimantan Timur di masa depan,” tutupnya.
(Redaksi)



