Internasional

Jenazah Tiba di Grand Mosalla Teheran, Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Dimulai Menjelang Kehadiran Jutaan Pelayat

IDENESIA.COWarga Iran mengantar jenazah mantan pemimpin tertinggi mendiang Ayatollah Ali Khamenei memasuki kompleks Grand Mosalla di Teheran pada Jumat (3/7/2026). Rangkaian upacara ini berlangsung setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel menewaskan tokoh tersebut dalam gejolak konflik di kawasan Timur Tengah. Otoritas setempat memproyeksikan jutaan warga beserta delegasi asing akan memadati lokasi persemayaman hingga upacara resmi pada Sabtu esok hari.

Kantor berita AFP merilis sejumlah dokumentasi foto yang memperlihatkan para pelayat mengusung peti jenazah berbalut bendera nasional Iran. Mereka mengarak peti tersebut secara bersama-sama melewati gerbang utama Grand Mosalla, tempat pelaksanaan agenda krusial negara. Gelombang massa berpakaian hitam juga memadati area luar ruangan untuk mengikuti upacara pra-pemakaman. Petugas menempatkan peti jenazah pada dekorasi khusus bermotif bunga merah serta hiasan gantung berbentuk kupu-kupu putih.

Pemerintah Iran menjadwalkan upacara resmi penghormatan terakhir pada Sabtu (4/7) dengan pengawasan keamanan yang sangat ketat. Tim negosiator Teheran juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghadiri prosesi ini secara massal. Kehadiran publik dalam jumlah besar mengemban pesan solidaritas sekaligus bentuk perlawanan terhadap aksi serangan asing.

Persiapan Grand Mosalla Teheran Menjelang Kedatangan Delegasi Asing

Panitia tetap melanjutkan seluruh agenda penataan Grand Mosalla meskipun kondisi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat masih sangat rapuh. Kesepakatan awal penghentian konflik sebelumnya sempat membuka jalan bagi kepastian jadwal pemakaman terbuka ini. Sejumlah unit pekerja lapangan menyelesaikan pembenahan lanskap kompleks sejak Kamis (2/7), sementara aparat mengamankan jalur lalu lintas di sekitar lokasi.

Seorang pekerja lapangan, Hossein Mohadassi, menjelaskan bahwa timnya fokus menata taman sekitar area persemayaman utama. Pihaknya menanam berbagai jenis bunga segar dan merapikan tanaman hias guna menyambut para pelayat. Mohadassi memprediksi warga dari berbagai provinsi luar kota akan membanjiri ibu kota sejak malam hari. Penataan ini bertujuan memberikan ruang yang layak bagi jutaan orang yang ingin menyampaikan perpisahan terakhir.

Perwakilan diplomatik internasional juga mengonfirmasi kedatangan mereka ke ibu kota Iran untuk menghadiri upacara besok. Pakistan selaku mediator utama dialog antara Iran dan Amerika Serikat memastikan Perdana Menteri Shehbaz Sharif akan hadir secara langsung. Selain itu, pemerintah China, Afghanistan, serta sejumlah negara di wilayah Kaukasus mengirim utusan resmi mereka menuju Teheran.

Seruan Otoritas Parlemen untuk Menghadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Ketua Parlemen Iran yang sekaligus menjabat sebagai kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan pernyataan resmi kepada publik. Ghalibaf meminta seluruh rakyat Iran bergerak bersama dan mendatangi Grand Mosalla guna mencetak momentum penting bagi sejarah Islam di negara tersebut. Kehadiran massa yang masif menjadi simbol keteguhan sikap bangsa dalam menghadapi tekanan eksternal.

Ghalibaf menegaskan bahwa gaung persatuan dari seluruh rakyat Iran harus terdengar jelas oleh komunitas internasional. Melalui partisipasi penuh masyarakat, Iran mengirimkan pesan tegas mengenai tuntutan keadilan atas kematian pemimpin mereka. Pihak parlemen menilai kehadiran publik merupakan instrumen politik yang kuat di tengah situasi geopolitik yang sedang memanas.

Pemerintah menyemayamkan jenazah mendiang bersama dengan anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam serangan udara tersebut. Kompleks Grand Mosalla yang berada di pusat kota Teheran menjadi titik sentral bagi seluruh pelayat yang ingin memberikan penghormatan. Pihak keluarga juga memberikan izin bagi publik untuk melihat peti jenazah dari jarak yang ditentukan oleh petugas keamanan.

Rangkaian Perjalanan Jenazah Menuju Kompleks Makam Imam Reza Mashhad

Otoritas penerbangan sipil memberlakukan kebijakan penutupan wilayah udara Teheran secara bertahap demi kelancaran agenda nasional ini. Petugas menerapkan penutupan sebagian ruang udara mulai Jumat, dan akan menutup total seluruh aktivitas penerbangan pada Senin (6/7) mendatang. Pemerintah setempat juga menetapkan hari libur nasional guna memberikan kesempatan bagi pekerja untuk mengikuti prosesi pemakaman Ali Khamenei.

Panitia tidak hanya memusatkan rangkaian upacara di kota Teheran, tetapi juga meluas ke beberapa kota suci lainnya. Setelah menyelesaikan upacara di ibu kota, petugas akan membawa peti jenazah menuju kota suci Qom dan Mashhad. Jadwal perjalanan juga mencakup pengantaran jenazah ke kota suci Syiah di wilayah Irak, termasuk Najaf dan Karbala, guna memenuhi prosesi adat keagamaan setempat.

Rangkaian panjang prosesi pemakaman Ali Khamenei ini akan berakhir dengan upacara penguburan resmi pada Kamis, 9 Juli mendatang. Petugas menjadwalkan pemakaman akhir di dalam kompleks Makam Imam Reza yang berada di kota Mashhad. Kota tersebut merupakan tanah kelahiran mendiang, sehingga menjadi lokasi peristirahatan terakhir yang dipilih oleh pihak otoritas dan keluarga.

(Redaksi)

Show More
Back to top button