
IDENESIA.CO – Sebanyak 12 pasangan calon pengantin resmi menikah dalam Nikah Massal Fest 2026 di Samarinda. Usai akad nikah, mereka langsung menerima buku nikah serta dokumen administrasi kependudukan lengkap.
Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) MAN 2 Samarinda, Selasa (7/7/2026). Panitia mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, PC APRI Kota Samarinda, Kementerian Agama Kota Samarinda, dan Pemerintah Kota Samarinda.
Ketua PC APRI Kota Samarinda, H. Aspian Noor Nurdin, mengatakan seluruh peserta langsung menerima buku nikah setelah akad. Disdukcapil Kota Samarinda juga menerbitkan Kartu Keluarga (KK) baru dan KTP dengan status perkawinan terbaru pada hari yang sama.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat agar memperoleh legalitas pernikahan secara agama maupun negara. Semoga seluruh pasangan dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujarnya.
Menurut Aspian, layanan terpadu itu memudahkan masyarakat. Panitia menyelesaikan seluruh dokumen administrasi kependudukan dalam satu rangkaian pelayanan.
Pemkot Samarinda Dorong Ketahanan Keluarga melalui Nikah Massal
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membuka Nikah Massal Fest 2026. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar seremoni pernikahan. Program itu juga menjadi bentuk pelayanan publik sekaligus upaya memperkuat ketahanan keluarga.
“Alhamdulillah, awal Tahun Baru 1448 Hijriah ini kita buka dengan sebuah program yang sangat mulia, yakni Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 Hijriah. Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada APRI Kota Samarinda. Melalui program ini, APRI tidak hanya membantu melegalkan hubungan syar’i dan hukum negara bagi warga kita, tetapi juga telah mengukir senyum, memberikan ketenangan jiwa, dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat,” kata Saefuddin.
Saefuddin menegaskan pernikahan menjadi awal perjalanan panjang membangun keluarga. Dari keluarga inilah akan lahir generasi penerus bangsa.
“Pernikahan bukanlah akhir dari sebuah cerita cinta, melainkan babak pertama dari sebuah perjuangan panjang membangun peradaban. Hari ini saudara-saudari mengikat janji suci, sebuah ikatan yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai mitsaqan ghalizha, yaitu perjanjian yang sangat kokoh,” tuturnya.
Mengutip Surah Ar-Rum ayat 21, Saefuddin menjelaskan tujuan pernikahan adalah menghadirkan ketenteraman dalam rumah tangga. Menurutnya, keluarga sakinah bukan berarti hidup tanpa persoalan. Keluarga sakinah justru mampu menghadapi berbagai tantangan dengan saling percaya, saling menerima, dan saling menjaga.
Ia juga mengajak seluruh pasangan menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Jadikan momentum Muharram ini sebagai ajang hijrah, bermigrasi dari masa sendiri menuju masa kebersamaan yang penuh berkah. Berlayarlah dengan nakhoda kesabaran dan kemudi rasa syukur,” ucapnya.
Saefuddin: Keluarga Harmonis Jadi Fondasi Kota Samarinda
Saefuddin mengatakan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan Kota Samarinda. Menurutnya, kota yang maju, berdaya saing, dan berbudaya hanya dapat terwujud melalui keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.
“Keluarga adalah fondasi terkecil dari sebuah negara sekaligus fondasi utama Kota Samarinda yang kita cintai. Kota yang maju dan sejahtera tidak akan pernah terwujud tanpa keluarga-keluarga yang sehat dan kuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pasangan agar menjaga komitmen dalam membangun rumah tangga. Menurutnya, komunikasi dan saling pengertian menjadi kunci menjaga keharmonisan keluarga.
“Pernikahan bukan hanya soal ikrar di hadapan agama dan negara, tetapi juga perjalanan panjang yang memerlukan komitmen, komunikasi, dan saling pengertian. Jagalah nilai-nilai keluarga sebagai fondasi yang kuat, hormati orang tua, didik anak-anak dengan cinta dan tanggung jawab, serta jalani kehidupan rumah tangga dengan semangat gotong royong,” pesannya.
Saefuddin menegaskan Pemerintah Kota Samarinda terus mendukung ketahanan keluarga melalui berbagai program di bidang kependudukan, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga.
Pemerintah bersama seluruh pihak yang terlibat berharap Nikah Massal Fest 2026 dapat memudahkan masyarakat memperoleh layanan pernikahan yang sah. Mereka juga berharap kegiatan ini mampu memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan Kota Samarinda.



