Nasional

Operasi SAR Diperluas, Tiga KRI Cari Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

IDENESIA.CO – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, memasuki tahap perluasan area penyisiran. TNI Angkatan Laut (TNI AL) menambah kekuatan pencarian dengan mengerahkan tiga kapal perang untuk menyisir wilayah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Tiga kapal perang tersebut terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. TNI AL mengerahkan ketiga unsur tersebut untuk memperkuat pencarian lima jurnalis sekaligus memperluas cakupan penyisiran di perairan Selat Sunda.

Dalam siaran persnya, TNI AL menyatakan seluruh unsur yang terlibat menjalankan pencarian secara terkoordinasi. Petugas membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor agar penyisiran dapat berlangsung secara sistematis.

Selain tiga KRI, TNI AL juga mengerahkan kapal Angkatan Laut (KAL) dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung dan Lanal Banten. Penambahan unsur laut tersebut menjadi bagian dari operasi SAR gabungan yang masih berlangsung.

Pencarian Lima Jurnalis Masuk Hari Kedua

Tim SAR terus melanjutkan pencarian lima jurnalis setelah rombongan tersebut kehilangan komunikasi saat berada di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau. Hingga Rabu, 9 September 2026, tim gabungan belum menemukan keberadaan speedboat yang membawa rombongan.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur yang bergerak dari beberapa sektor. Petugas menyisir wilayah yang berkaitan dengan titik terakhir keberadaan rombongan berdasarkan informasi komunikasi yang diterima sebelum kontak terputus.

Penambahan tiga KRI memungkinkan unsur TNI AL menjangkau wilayah pencarian yang lebih luas. Petugas juga melakukan koordinasi antarkapal agar sektor penyisiran tidak tumpang tindih dan seluruh area yang menjadi sasaran operasi dapat diperiksa.

TNI AL berharap penguatan unsur pencarian dapat membantu menemukan rombongan tersebut. Operasi tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan perkembangan informasi dari lapangan.

Berangkat dari Dermaga Pagedongan

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menggunakan sebuah speedboat untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dalam rangka melakukan peliputan aktivitas erupsi.

Rombongan bertolak sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu jurnalis kemudian mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.

Komunikasi dengan rombongan masih berlangsung setelah mereka berangkat. Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Kondisi itu selanjutnya memicu laporan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.

Tim SAR menerima laporan tersebut dan mulai melakukan pencarian terhadap rombongan. Petugas kemudian memusatkan penyisiran pada wilayah yang berkaitan dengan lokasi terakhir yang diketahui.

Seiring belum adanya temuan, tim gabungan memperluas pencarian. TNI AL kemudian menambah unsur kapal perang dan kapal Angkatan Laut untuk mendukung operasi di wilayah perairan Selat Sunda.

Delapan Orang Berada dalam Speedboat

Rombongan yang masih dalam pencarian berjumlah delapan orang. Lima di antaranya merupakan jurnalis yang menjalankan tugas peliputan, sedangkan tiga orang lainnya terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.

Kapten speedboat bernama Warta, 55 tahun. Kemudian terdapat Surakman, 60 tahun, yang tercatat sebagai ABK, serta Heriyanto, 49 tahun, yang berperan sebagai pemandu.

Lima jurnalis dalam rombongan tersebut yaitu M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Keberadaan seluruh rombongan masih menjadi fokus operasi SAR gabungan. Unsur TNI AL, Basarnas, serta unsur terkait lainnya terus melakukan pencarian di wilayah yang telah ditentukan.

TNI AL Perkuat Penyisiran di Selat Sunda

Pengerahan KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 menunjukkan penambahan kekuatan unsur laut dalam operasi pencarian. Kapal-kapal tersebut bergabung dengan unsur lain untuk memperluas jangkauan pencarian di sekitar Selat Sunda.

Petugas melakukan penyisiran berdasarkan pembagian sektor dan informasi mengenai lokasi terakhir rombongan. Koordinasi menjadi bagian penting dalam operasi agar setiap unsur dapat menjalankan pencarian sesuai wilayah tugasnya.

Sampai Rabu, 9 September 2026, tim SAR masih berupaya menemukan delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut. Operasi pencarian juga terus menyesuaikan perkembangan informasi dan hasil penyisiran di lapangan.

TNI AL berharap tambahan unsur laut dapat membantu mempercepat proses pencarian. Tim gabungan masih bekerja untuk mengetahui keberadaan rombongan yang hilang kontak saat menjalankan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

(Redaksi)

Show More
Back to top button