
IDENESIA.CO – Otoritas keamanan Amerika Serikat kini tengah mengusut temuan kode angka misterius “8647” berukuran besar di atas rumput halaman National Mall, kawasan dekat Gedung Putih, Washington DC. Sebagian pihak menafsirkan kemunculan angka raksasa tersebut sebagai bentuk ancaman atau seruan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Fotografer Reuters menangkap visual angka “86” dan “47” tersebut dari atas Monumen Washington, tepatnya di dekat Monumen Perang Dunia II. Meskipun kondisi visual angka-angka raksasa itu sudah mulai memudar, polanya tetap terlihat jelas dari udara, kecuali angka empat yang sudah tidak terlalu kentara.
Otoritas AS Selidiki Kasus Vandalisme
Kepolisian Taman Amerika Serikat langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan tindakan vandalisme di halaman barat Monumen Washington. Selain pihak kepolisian, personel Garda Nasional Amerika Serikat juga turut berjaga di sekitar area National Mall untuk mengamankan situasi.
Sampai saat ini, pihak berwenang belum mengetahui secara pasti metode pembuatan angka tersebut maupun aktor utama di balik aksi vandalisme ini. Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat telah mengirimkan tim khusus ke lapangan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh secara langsung.
“Petugas menemukan tanda angka 86 47 pada permukaan rumput,” tulis Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat melalui keterangan resminya. Pihak departemen menambahkan bahwa tim ahli telah mengambil sampel rumput untuk uji laboratorium guna mengetahui penyebab perubahan warna, sementara proses investigasi utama masih berjalan.
Arti di Balik Kode Angka
Secara konteks, sebagian kalangan mengaitkan angka “86” dengan simbol kekerasan, sementara kelompok lain mengenalnya sebagai istilah slang dunia restoran yang berarti membuang, menyingkirkan, atau membatalkan sesuatu. Di sisi lain, angka “47” merujuk langsung pada posisi Donald Trump sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat. Kombinasi kedua angka ini memicu penafsiran dari sejumlah pihak sebagai pesan untuk mencelakai atau membunuh Presiden Trump.
Pihak Istana Kepresidenan memandang serius setiap potensi bahaya yang mengarah kepada kepala negara. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan kepada CBS News bahwa pemerintah mengecam keras siapa saja yang ikut terlibat atau memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan politik serta budaya pembunuhan.
Fenomena simbol ini sebenarnya bukan peristiwa baru di panggung politik Amerika Serikat. Simbol tersebut pernah menjerat mantan Direktur FBI, James Comey, dalam kasus hukum pidana federal pada tahun 2025 setelah ia mengunggah foto susunan kerang berbentuk angka “8647” di media sosial. James Comey kemudian menghapus unggahan tersebut dan berdalih tidak mengetahui bahwa foto buatannya mengandung makna seruan kekerasan. Meski demikian, kelompok lawan politik Donald Trump kini kerap memakai angka “8647” sebagai simbol gerakan protes melawan pemerintah.
(Redaksi)


