Nasional

Proyek Teras Samarinda Tahap II Capai Progres 86 Persen, Wali Kota Temukan Kendala Serius di Segmen Barat

IDENESIA.CO – Upaya Pemerintah Kota Samarinda mempercepat penyelesaian Teras Samarinda Tahap II memasuki fase krusial pada akhir 2025. Pada Jumat (5/12/2025), Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan progres pembangunan ruang publik unggulan ini tetap berada di jalur yang tepat.

Inspeksi dilakukan menyusuri seluruh area proyek, mulai dari sisi timur hingga barat. Selain mengecek capaian fisik, Andi menyoroti beberapa segmen yang dinilai masih membutuhkan perbaikan teknis. Peninjauan tersebut sekaligus menjawab rasa penasaran masyarakat yang menunggu pembukaan area publik baru itu.

Keterlambatan Segmen Empat Timbulkan Sanksi Denda

Hasil peninjauan menunjukkan tiga segmen utama telah memasuki tahap akhir dan diyakini selesai tepat waktu. Namun, segmen empat atau area paling barat proyek dipastikan tidak rampung pada Desember 2025.

Andi menegaskan Pemkot wajib menjatuhkan sanksi denda kepada penyedia jasa yang tidak mampu memenuhi target. Ia menilai aturan harus ditegakkan untuk menjaga disiplin pembangunan.

“Apapun sebab keterlambatannya, tetap harus kita jalankan ketentuan hukum. Kalau terlambat, ya denda,” tegasnya.

Keterlambatan segmen empat dipicu lelang ulang yang menghabiskan waktu cukup panjang. Dalam pengadaan pemerintah, lelang ulang dilakukan jika penyedia sebelumnya tidak memenuhi syarat teknis maupun administrasi.

Segmen Paling Kompleks, Drainase Jadi Pekerjaan Utama

Berbeda dari segmen lain, segmen empat memiliki beban teknis lebih besar. Fokus pekerjaan di area tersebut adalah membangun sistem drainase baru yang terintegrasi dengan drainase lama dan mengalirkan air langsung ke Sungai Mahakam.

“Pemasangan drainase menggunakan pre-cast dari Balikpapan. Itu harus disambungkan dengan saluran eksisting sekaligus membuat saluran baru ke Mahakam. Secara teknis lebih rumit,” jelas Andi Harun.

Penataan drainase menjadi faktor penting dalam pembangunan ruang publik tepian sungai. Tanpa sistem buangan air yang ideal, area dapat mengalami genangan dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Tantangan inilah yang membuat efektivitas waktu sangat bergantung pada kesiapan material dan keakuratan pengerjaan lapangan.

Progres Capai 86 Persen, Pemkot Yakin Target Besar Tercapai

Secara keseluruhan, pembangunan Teras Samarinda Tahap II telah mencapai 86 persen. Angka tersebut menjadi indikator optimisme Pemkot dalam menuntaskan pekerjaan sebelum memasuki triwulan pertama tahun 2026.

Meski demikian, Andi turut menemukan sejumlah kekurangan kecil pada beberapa bagian. Temuan tersebut meliputi kelandaian under-seat yang tidak ideal, cat yang belum merata, serta besi di beberapa titik yang belum terpasang kuat.

“Secara umum pekerjaan sudah bagus, tapi beberapa titik minor harus segera diperbaiki. Tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Ia menegaskan kualitas bangunan harus dikawal ketat karena Teras Samarinda menjadi ruang publik utama bagi warga yang setiap hari beraktivitas di tepi sungai.

Belum Siap Dibuka Saat Tahun Baru, Masih Masuk Masa Uji Coba

Menjawab pertanyaan warga, Andi Harun memastikan Teras Samarinda Tahap II belum dapat dipakai saat libur pergantian tahun. Ia mengatakan lokasi masih masuk masa pemeliharaan dan harus menjalani uji coba sebelum dibuka untuk masyarakat.

“Kita masih harus uji coba dulu, karena masih masuk masa pemeliharaan,” ungkapnya.

Proses uji coba mencakup pemeriksaan aliran drainase, uji kekuatan struktur, dan pengujian seluruh fasilitas publik untuk memastikan aspek keamanan terpenuhi.

Ruang Publik Baru untuk Wajah Kota Sungai Modern

Teras Samarinda Tahap II menjadi kelanjutan dari Tahap I yang kini menjadi ikon Kota Tepian. Pada tahap lanjutan ini, Pemkot memperluas jalur pedestrian, menambah ruang UMKM, dan memperpanjang area publik hingga lebih jauh ke arah barat sungai.

Andi menegaskan pemerintah akan terus memperbarui informasi perkembangan proyek. Baginya, pembangunan ruang publik bukan hanya proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kenyamanan masyarakat.

“Proyek ini bagian dari pembenahan wajah Kota Tepian menuju kota sungai modern,” tutupnya.

(Redaksi)

Show More
Back to top button