IDENESIA.CO – Angkatan bersenjata Rusia meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah Ukraina sejak Senin (01/06) malam hingga Selasa (02/06) dini hari waktu setempat. Serangan yang menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ini menghantam sejumlah kota besar seperti Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv. Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 warga lainnya mengalami luka-luka.
Gempuran masif ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah munculnya peringatan mengenai rencana operasi militer besar dari Moskow. Angkatan Udara Ukraina mencatat bahwa Rusia melepaskan total 73 rudal dan 656 drone ke wilayah mereka pada Senin malam sekitar pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB. Pihak militer Ukraina mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil melumpuhkan 40 rudal dan 602 drone dalam pertempuran tersebut. Meskipun ibu kota Kyiv menjadi target operasi utama, drone militer Rusia juga menjangkau 38 lokasi lain di seluruh penjuru Ukraina.
Dalih Operasi Militer Moskow dan Korban di Daerah
Pemerintah Rusia segera memberikan pernyataan resmi mengenai aksi militer semalam. Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa operasi udara tersebut merupakan tindakan balasan terhadap aktivitas terorisme dari pihak Ukraina di dalam wilayah perbatasan Rusia. Moskow juga mengklaim bahwa seluruh target serangan merupakan fasilitas militer milik Ukraina.
“Angkatan bersenjata Federasi Rusia meluncurkan serangan massal menggunakan senjata presisi tinggi jarak jauh dari udara, darat, dan laut semalam sebagai jawaban atas tindakan terorisme dari rezim Kyiv,” tulis Kementerian Pertahanan Rusia melalui rilis resminya pada Selasa (02/06).
Otoritas keselamatan Ukraina mengkhawatirkan jumlah korban meninggal dunia masih akan terus bertambah karena proses evakuasi masih berjalan. Petugas layanan darurat lokal di Dnipro, wilayah Ukraina timur, melaporkan tujuh orang tewas dan 36 lainnya menderita luka-luka. Tim medis kini merawat para korban luka di rumah sakit setempat dengan kondisi luka tingkat sedang. Serangan di kota ini juga menghancurkan bangunan tempat tinggal warga serta menghanguskan barisan kendaraan roda empat.
Dampak Kerusakan Infrastruktur Sipil di Kyiv dan Kharkiv
Kota Kyiv mencatat tingkat kerusakan yang parah akibat jatuhnya material tempur. Layanan Darurat Negara Ukraina mengonfirmasi empat warga tewas dan 63 orang mengalami luka-luka, termasuk tiga anak-anak di ibu kota. Sebuah rudal menghantam gedung apartemen berlantai 24 di Kyiv yang memicu runtuhnya struktur bangunan dan menimbun sejumlah penghuni di bawah puing.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menjelaskan bahwa serpihan rudal yang meledak di udara juga memicu kebakaran di beberapa titik pemukiman. “Serpihan rudal membakar kendaraan warga di Distrik Obolon, dan api juga berkobar di dua area terbuka yang salah satunya berada dekat gedung taman kanak-kanak,” kata Klitschko saat menjelaskan situasi lapangan.
Kondisi darurat ini memaksa ribuan warga Kyiv mengungsi ke stasiun-stasiun kereta bawah tanah sejak Selasa dini hari. Para pengungsi membawa kasur, barang berharga, dan hewan peliharaan demi menghindari suara sirene pertahanan udara yang meraung sepanjang malam. Konflik ini juga memutus jaringan listrik dan merusak saluran distribusi air bersih bagi warga kota. Sementara itu di Kharkiv, serangan udara melukai 14 orang serta merusak rumah tinggal, kompleks garasi, apartemen empat lantai, dan sebuah gedung hunian dua lantai.
Peringatan Awal dari Presiden Volodymyr Zelenskyy
Aksi militer Rusia ini membuktikan kebenaran dari prediksi Pemerintah Ukraina sebelumnya. Beberapa jam sebelum ledakan pertama terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sudah meminta publik untuk mengaktifkan kewaspadaan tertinggi. Ia meminta masyarakat mematuhi protokol keselamatan setiap kali mendengar alarm tanda bahaya udara.
“Informasi dari badan intelijen mengenai rencana serangan Rusia terbukti nyata. Mereka sudah mempersiapkan serangan besar ini sejak lama, sehingga kita semua wajib menjaga kewaspadaan,” kata Zelenskyy melalui pesan video resminya pada Senin malam.
Sebelumnya pada pekan lalu, Kremlin memang mengumumkan rencana serangan sistematis ke pusat pemerintahan di Kyiv serta instalasi militer Ukraina. Rusia bahkan sempat mengimbau warga negara asing untuk segera mengosongkan area ibu kota. Langkah tersebut merupakan respons Moskow atas insiden pengeboman drone di sebuah asrama wilayah Luhansk yang menewaskan 21 orang, walaupun pihak Ukraina menolak tuduhan sebagai aktor di balik serangan di Luhansk tersebut. Pertikaian kedua negara kini memasuki tahun keempat dengan fokus serangan Rusia pada pasokan energi, sementara Ukraina membalas lewat target kilang minyak Rusia.
(Redaksi)
