Daerah

Stok Bapokting dan BBM Samarinda Aman Jelang Lebaran 2026

IDENESIA.CO – Pemerintah Kota Samarinda memastikan kondisi pasokan bahan pokok penting (bapokting) dan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Namun di tengah stabilitas tersebut, harga jagung justru mengalami kenaikan cukup signifikan di sejumlah pasar.

Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bersama Kapolda Kalimantan Timur melalui video conference (vicon) terkait kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H di Mapolresta Samarinda, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar.

Pemkot Samarinda Pantau Stabilitas Bahan Pokok Jelang Lebaran

Andi Harun mengatakan pemerintah kota terus memantau kondisi pasar untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia hingga Lebaran.

Menurutnya, sebagian besar komoditas pangan di Samarinda masih berada dalam kondisi stabil baik dari sisi ketersediaan stok maupun harga di pasaran.

“Dari bahan makanan pokok dan penting kita bersyukur, Alhamdulillah relatif hampir semuanya stabil. Stoknya cukup, paling tidak sampai Lebaran Idul Fitri 2026. Harganya pun kita melihat stabil,” ujar Andi Harun.

Ia menambahkan Pemkot Samarinda juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait serta Satgas Pangan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.

Harga Jagung di Pasar Samarinda Melebihi Harga Standar

Meski mayoritas bahan pokok stabil, Andi Harun mengungkapkan adanya anomali harga pada komoditas jagung di beberapa titik pasar di Samarinda.

Menurutnya, harga jagung yang ditemukan di lapangan jauh di atas harga standar yang ditetapkan pemerintah.

“Yang sedikit terjadi anomali adalah jagung. Harga standar pemerintah sekitar Rp6.500, tapi di lapangan ada yang kita temukan sampai Rp10.000 bahkan Rp15.000. Ini yang sedang kita dalami penyebabnya,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah saat ini tengah menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut bersama Satgas Pangan.

Permintaan Jagung untuk Pakan Ternak Diduga Meningkat

Andi Harun menyebut salah satu kemungkinan penyebab kenaikan harga jagung adalah meningkatnya kebutuhan untuk pakan ternak.

Selain itu, keterbatasan stok di pasaran juga bisa memicu lonjakan harga komoditas tersebut.

“Analisis sementara ada beberapa kemungkinan, misalnya karena kebutuhan jagung untuk pakan yang cukup besar atau memang stoknya terbatas sementara permintaannya tinggi. Ini masih didalami oleh pemerintah bersama Satgas Pangan,” katanya.

Pasokan BBM Samarinda Dilaporkan Aman

Selain memantau bahan pokok, Pemkot Samarinda juga memastikan kondisi pasokan BBM di daerah tersebut tetap aman menjelang Idul Fitri.

Andi Harun mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Pertamina Patra Niaga terkait kondisi distribusi BBM di wilayah Samarinda.

“Sementara yang lainnya relatif aman, termasuk BBM. Dari laporan Pertamina dan Patra Niaga, setidaknya sampai Lebaran Idul Fitri 2026 kondisi kita aman,” ujarnya.

Warga Diminta Tidak Panik Hadapi Isu Pasokan

Di akhir keterangannya, Andi Harun mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi berbagai informasi terkait ketersediaan bahan pokok maupun BBM.

Menurutnya, kepanikan justru dapat memicu perilaku penimbunan barang yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Yang paling penting kita tidak boleh panik. Situasi kita terkendali. Kemarin sempat terjadi antrean panjang di SPBU, itu bagian dari kepanikan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan di lapangan agar kondisi menjelang Lebaran tetap aman dan terkendali.

“Pokoknya situasi saat ini masih relatif aman. BBM aman, bahan pokok juga aman. Kita berharap semuanya berjalan lancar hingga Idul Fitri nanti,” tutupnya.

(Redaksi)

Show More
Back to top button