
IDENESIA.CO – UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur menutup Pelatihan Teater bagi Pelajar dengan menampilkan tiga pementasan hasil karya 60 peserta dari 15 SMA, MA, dan SMK di Samarinda. Penampilan tersebut menjadi bukti keberhasilan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026, di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya.
Ketiga pementasan itu memperlihatkan kemampuan para pelajar dalam menyusun naskah, menyutradarai pertunjukan, hingga memainkan karakter di atas panggung. Seluruh proses kreatif mereka selesaikan hanya dalam waktu tiga hari.
UPTD Taman Budaya Kaltim Fasilitasi Pelatihan Teater bagi Pelajar
UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan sejumlah praktisi seni pertunjukan sebagai mentor. Tokoh teater senior Awang Khalik, S.Sn., membimbing materi keaktoran. Penulis sekaligus sineas muda Navis Kipo mengajarkan penulisan naskah. Sementara itu, Fachri Mahayupa memberikan materi penyutradaraan.
Fachri Mahayupa mengaku hasil karya peserta melampaui ekspektasinya. Menurutnya, para pelajar mampu membangun ide, bekerja sama, dan menghadirkan pertunjukan yang utuh meski memiliki waktu latihan yang terbatas.
“Pertunjukan mereka layak diapresiasi. Dalam tiga hari mereka mampu membangun ide, bekerja sama, lalu menyajikannya menjadi karya yang utuh. Potensi seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik bermain teater. Program itu juga menjadi bagian penting dalam mencetak generasi baru pelaku seni di Kalimantan Timur.
Pelajar Samarinda Tunjukkan Kreativitas Lewat Pementasan Teater
Navis Kipo mengapresiasi kemampuan peserta yang mampu menyerap materi dengan cepat. Menurutnya, para pelajar berhasil mengembangkan teori menjadi pertunjukan yang memiliki karakter dan gagasan masing-masing.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkarya di bidang seni peran, penulisan naskah, maupun penyutradaraan sehingga regenerasi teater di Kalimantan Timur terus berjalan.
Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Erna Rawaty melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Publikasi Kesenian, Sulistio Rini, mengatakan pelatihan bertujuan membangun kreativitas, karakter, keberanian, dan kemampuan bekerja sama para pelajar melalui seni pertunjukan.
Menurut Sulistio, peserta menunjukkan perkembangan yang positif selama pelatihan. Ia berharap mereka terus mengembangkan kemampuan berkesenian setelah kegiatan berakhir.
UPTD Taman Budaya Kaltim Dorong Regenerasi Seniman Muda
Panitia memberikan penghargaan kepada sutradara terbaik, aktor terbaik, dan aktris terbaik berdasarkan penilaian para mentor.
Dua kurator seni Kalimantan Timur, Wuri Handayani dan Buyung Ardiansyah, turut mendampingi proses kreatif peserta selama pelatihan.
Wuri Handayani menilai pelatihan memberi ruang bagi pelajar untuk meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.
Sementara itu, Buyung Ardiansyah mengatakan regenerasi teater membutuhkan ruang belajar yang mempertemukan pengalaman seniman dengan semangat generasi muda.
Sebagai informasi, pelatihan ini diikuti 60 pelajar dari 15 sekolah di Samarinda, yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMA Negeri 6, SMA Negeri 8, SMA Negeri 10, SMA Negeri 13, SMA Negeri 16, MAN 1 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMK Negeri 5 Samarinda, SMK Negeri 19 Samarinda, SMK WR Soepratman Samarinda, SMA Muhammadiyah Samarinda, dan SMK Labaika Samarinda.
(Redaksi)

