
IDENESIA.CO – Dugaan pencurian kabel di balik aktivitas penggalian jalan di Samarinda mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah kota. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, telah menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian menyusul temuan lebih dari 60 titik galian yang belum diketahui secara jelas pelaksana maupun tujuan pekerjaannya.
Sejumlah titik penggalian ditemukan di Jalan Cipto Mangunkusumo. Aktivitas tersebut menimbulkan kecurigaan lantaran berlangsung secara masif, bahkan sebagian diduga dilakukan pada malam hari.
Andi Harun mengungkapkan, beberapa pekerja mengaku sebagai petugas Telkom atau Telkomsel ketika masyarakat mempertanyakan aktivitas penggalian tersebut.
Namun, setelah staf Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan konfirmasi, tidak ditemukan informasi mengenai kegiatan Telkomsel di lokasi yang dimaksud.
Pemerintah kota kemudian memperluas pengecekan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Hasil penelusuran sementara juga belum menemukan keterangan mengenai pekerjaan penggalian tersebut.
Dugaan Pencurian Kabel Masih Perlu Pembuktian
Meski aktivitas penggalian menimbulkan kecurigaan, Andi Harun menegaskan bahwa dugaan pencurian kabel belum dapat dipastikan.
Menurutnya, aparat berwenang perlu melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta serta memastikan apakah kegiatan tersebut memiliki kaitan dengan tindak pidana.
Andi Harun menyebut komunikasi dengan kepolisian telah dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan persoalan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah kota turut menyoroti dampak penggalian terhadap infrastruktur jalan. Lubang bekas pekerjaan yang ditutup menggunakan aspal dingin berpotensi mengalami penurunan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memperburuk permukaan badan jalan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Andi Harun Minta Warga Periksa Kejelasan Pekerjaan
Andi Harun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menganggap setiap penggalian sebagai pekerjaan resmi, terutama ketika para pekerja hanya menunjukkan atribut berupa rompi lapangan.
Ia menilai pekerjaan pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN) semestinya melalui koordinasi dengan pemerintah setempat agar pelaksanaannya dapat diketahui dan diawasi.
Karena itu, masyarakat dan para ketua RT diminta meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas penggalian di lingkungan masing-masing.
Apabila menemukan pekerjaan yang mencurigakan atau tidak diketahui pemerintah setempat, warga diimbau segera melaporkannya kepada aparat berwenang.
Andi Harun berharap pengawasan bersama dapat mencegah kerusakan fasilitas umum sekaligus membantu aparat mengungkap fakta di balik puluhan titik penggalian jalan yang kini menjadi perhatian di Samarinda.
(Redaksi)




