
IDENESIA.CO – Minat masyarakat terhadap seni pertunjukan di Kalimantan Timur mendapat respons positif melalui penyelenggaraan Parade Monolog Akhir Pekan 2026. Selama dua hari, Temindung Creative Hub, Samarinda, dipadati penonton yang menyaksikan penampilan para seniman dari berbagai komunitas.
Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut menghadirkan pertunjukan monolog, tari, puisi, hingga workshop keaktoran. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan ini sebagai ruang apresiasi sekaligus pengembangan ekosistem seni pertunjukan di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi. Bahkan, kapasitas ruang pertunjukan di Temindung Creative Hub hampir tidak mampu menampung seluruh penonton.
“Luar biasa, hampir tak ada ruang tersisa. Penonton memenuhi Temindung Creative Hub dalam acara Parade Monolog Akhir Pekan,” ungkap Faisal saat membuka kegiatan.
Melihat respons tersebut, Faisal berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak komunitas teater dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Menurutnya, perluasan keterlibatan komunitas dapat memperkuat jaringan seniman, membuka peluang kolaborasi, dan mendorong perkembangan seni pertunjukan di Kaltim.
Workshop Keaktoran Libatkan 70 Pelajar dan Mahasiswa
Tak hanya menyuguhkan pertunjukan, Parade Monolog Akhir Pekan 2026 juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kemampuan generasi muda.
Sebanyak 70 pelajar dan mahasiswa mengikuti workshop keaktoran yang menghadirkan empat mentor dari kalangan pegiat teater Kaltim, yakni Bhuyung Ardiansyah, Fajri Syams, Fachri Mahayupa, dan A. Muslih Navis.
Para mentor membagikan pengalaman serta pengetahuan tentang seni peran sebagai bekal bagi peserta yang ingin mendalami dunia teater.
Direktur Artistik Belajar Teater Samarinda, Fachri Mahayupa, menilai proses regenerasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan seni pertunjukan.
Dia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan artistik.
“Yang abadi hanyalah perubahan. Maka apa yang kami lakukan di sini semata-mata untuk mempersiapkan generasi teater yang jauh lebih baik dari kami,” kata Fachri.
Melalui workshop tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan praktisi teater yang memiliki pengalaman panjang di Kalimantan Timur.
Awang Khalik Ajak Seniman Lintas Generasi Terus Berkarya
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Awang Khalik, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, peserta, dan penonton yang telah menyukseskan acara tersebut.
“Terima kasih penikmat teater Kaltim,” ucap Awang saat penutupan, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Awang yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh teater Samarinda tampil membawakan sketsa pendek secara spontan bersama sejumlah seniman lintas generasi, termasuk Wawan Timor.
Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan teater di Samarinda masih terus berlangsung. Para seniman senior tetap berkarya sekaligus membuka ruang bagi munculnya generasi baru.
Awang ingin menunjukkan bahwa komunitas teater di Kaltim masih memiliki semangat untuk mencari, mengembangkan, dan memperkaya bentuk artistik pertunjukan.
Empat Kelompok Teater Ramaikan Parade Monolog
Sejumlah komunitas turut mengambil bagian dalam Parade Monolog Akhir Pekan 2026. Di antaranya Teater Yupa Universitas Mulawarman (Unmul), Teater Bastra Unmul, Teater Nusatera Universitas Terbuka (UT), serta STS Garputala SMK 19.
Rangkaian pertunjukan selama dua malam juga menghadirkan Rumah Seniman melalui penampilan musik sape, Susilo Dwi Cahyo dengan pertunjukan tari, serta Teater KAH yang menyuguhkan puisi dan tari.
Novira A. Ramadhani turut mempersembahkan Tari Gong sebagai bagian dari keberagaman seni yang ditampilkan.
Pada malam penutupan, Teater Bastra Unmul tampil sebelum rangkaian acara berakhir dengan sketsa pendek bersama seniman lintas generasi.
Penyelenggaraan Parade Monolog Akhir Pekan 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertunjukan semata. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas ruang berkesenian, mempertemukan komunitas, dan menyiapkan generasi baru yang akan melanjutkan perjalanan teater di Kalimantan Timur.
(Redaksi)



