
IDENESIA.CO – Amerika Serikat (AS) menyiapkan rencana serangan darat AS terhadap kartel narkoba di kawasan Amerika Latin. Rencana itu memperluas operasi militer AS yang sebelumnya menargetkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di perairan internasional.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan rencana tersebut saat berkunjung ke Panama pada pekan ini. Menurut dia, AS akan bekerja sama dengan sejumlah negara sekutu untuk memburu organisasi penyelundup narkoba atau drug trafficking organizations (DTO) di darat.
Serangan Darat AS terhadap Kartel Narkoba Masuk Agenda Koalisi
Hegseth mengatakan serangan darat AS terhadap kartel narkoba masuk dalam agenda aliansi yang melibatkan 19 negara dan dipimpin Presiden AS Donald Trump. Menurut dia, operasi itu dapat menjangkau berbagai wilayah yang menjadi tempat kelompok narkoba beroperasi.
“Kami bekerja sama dengan Ekuador, kami bekerja sama dengan Kolombia, kami bekerja sama dengan mitra-mitra untuk memerangi DTO di darat,” kata Hegseth kepada wartawan pada Rabu (12/8/2026).
Hegseth menyampaikan pernyataan tersebut dari sebuah lokasi yang tidak ia sebutkan di tengah hutan Panama. Sementara itu, ia berada di Panama untuk mengikuti latihan militer gabungan tahunan yang melibatkan lebih dari 20 negara.
Menurut Hegseth, AS ingin mengerahkan kemampuan operasional bersama negara-negara mitra. Selain itu, ia ingin kemampuan tersebut memberikan dampak yang sama seperti operasi terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan Pasifik Timur.
Operasi Kapal Narkoba Tewaskan Sedikitnya 215 Orang
Pemerintahan Trump mulai menjalankan operasi pengeboman terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba sejak September 2025. AS menjalankan operasi tersebut di kawasan Karibia dan Pasifik Timur.
Sejauh ini, rentetan serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 215 orang. Pemerintah AS menyatakan operasi itu bertujuan menghentikan jaringan penyelundupan narkoba yang mengancam masyarakat Amerika Serikat dan negara-negara mitra.
Namun, operasi tersebut juga memicu kritik tajam. Sejumlah pihak menilai serangan terhadap kapal-kapal itu sebagai tindakan pembunuhan di luar proses hukum.
Hegseth tetap membela kebijakan tersebut. Ia mengatakan pemerintah AS akan menggunakan seluruh kemampuan yang tersedia untuk menghancurkan jaringan penyelundupan narkoba.
“Kami akan mendekat dan menghancurkan jaringan-jaringan ini dengan mengerahkan seluruh kemampuan pemerintah Amerika,” kata Hegseth.
AS Samakan Kartel dengan ISIS dan Al-Qaeda
Hegseth juga memperingatkan kelompok-kelompok narkoba yang menjadi sasaran operasi AS. Ia menyatakan AS dapat menargetkan lokasi yang menjadi tempat kelompok tersebut menyelundupkan narkoba atau mengancam masyarakat.
“Di mana pun Anda menyelundupkan narkoba atau mengancam rakyat Amerika atau mitra-mitra kami, Anda adalah target, sama seperti ISIS atau Al-Qaeda,” ujar Hegseth.
Pernyataan itu menunjukkan perluasan cakupan operasi AS dari laut menuju jaringan yang beroperasi di darat. Karena itu, rencana tersebut dapat meningkatkan keterlibatan militer AS dalam pemberantasan kartel narkoba di Amerika Latin.
Di sisi lain, operasi darat membutuhkan kerja sama dengan pemerintah negara tempat kelompok tersebut beroperasi. Oleh karena itu, AS mulai membangun koordinasi dengan sejumlah negara di kawasan.
Koalisi Antikartel Libatkan Sejumlah Negara
Latihan militer di Panama juga melibatkan Koalisi Amerika Melawan Kartel. Koalisi itu menghimpun sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Argentina, Bolivia, Chile, Kolombia, Ekuador, Honduras, dan Peru.
Negara-negara tersebut memiliki pemerintahan yang cenderung berhaluan kanan. Sementara itu, Meksiko tidak bergabung dalam koalisi tersebut karena pemerintahannya berhaluan kiri.
Meksiko tetap menjadi negara penting dalam persoalan narkoba. Sebab, sejumlah kartel narkoba yang kuat dan berpengaruh beroperasi dari wilayah negara tersebut.
Rencana serangan darat AS terhadap kartel narkoba karena itu dapat menghadirkan tantangan diplomatik baru bagi Washington. AS harus mengatur kerja sama militer dengan negara-negara mitra. Pada saat yang sama, Washington juga menghadapi kritik mengenai penggunaan kekuatan bersenjata dalam operasi antinarkoba.
Hegseth menegaskan pemerintah AS akan terus mengejar jaringan penyelundupan narkoba. Selanjutnya, Washington akan mengerahkan kemampuan pemerintah untuk menghadapi kelompok yang dinilai mengancam masyarakat AS dan negara-negara mitranya.
(Redaksi)


