
IDENESIA.CO – Film Ghost In The Cell garapan Joko Anwar mencetak sejarah baru di industri perfilman Indonesia setelah berhasil terjual ke 86 negara.
Pencapaian tersebut menjadikan Ghost In The Cell sebagai salah satu film Indonesia dengan distribusi internasional terluas sepanjang sejarah perfilman nasional.
Keberhasilan itu sekaligus menunjukkan film Indonesia semakin mendapat perhatian dan tempat di pasar global.
Ghost in the Cell Tembus Pasar Asia hingga Amerika Utara
Film Ghost In The Cell berhasil menarik minat distributor dari berbagai kawasan dunia.
Negara-negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, hingga Amerika Utara telah membeli hak tayang film tersebut.
Selain tayang di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, film itu juga akan hadir di Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Portugal, hingga Swiss.
Salah satu distributor internasional yang membeli film tersebut yakni Plaion Pictures. Distributor itu dikenal menangani berbagai film pemenang penghargaan dunia seperti Parasite, Anatomy of a Fall, dan Titane.
Joko Anwar Sebut Tema Film Bersifat Universal
Melalui unggahan media sosialnya, Joko Anwar menjelaskan alasan banyak distributor luar negeri tertarik membeli Ghost In The Cell.
Menurut sejumlah distributor, film tersebut memiliki kualitas produksi yang kuat di setiap departemen.
Plaion Pictures bahkan memberikan apresiasi terhadap film tersebut.
“The movie works brilliantly. A fantastic piece of filmmaking.”
Film itu juga mengangkat tema tentang keadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan rusaknya sistem pemerintahan yang relevan di banyak negara.
Karena mengusung isu universal, cerita dalam film tersebut dinilai mudah diterima penonton internasional.
Ghost in the Cell Raih 1 Juta Penonton dalam 6 Hari
Tak hanya sukses di pasar internasional, Ghost In The Cell juga mencatat pencapaian besar di dalam negeri.
Film tersebut berhasil meraih 1 juta penonton pada hari keenam penayangannya di bioskop Indonesia.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film terbaru karya Joko Anwar itu.
Perbincangan mengenai film tersebut juga ramai di media sosial sejak hari pertama penayangan.
Ghost in the Cell Jadi Bukti Film Indonesia Makin Dilirik Dunia
Keberhasilan film hasil karya Joko Anwar ini membuka peluang lebih besar bagi film Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.
Pencapaian distribusi ke 86 negara menjadi sinyal kuat bahwa karya sineas Indonesia mampu menarik perhatian global.
Film tersebut juga memperkuat optimisme industri perfilman nasional untuk terus berkembang dan menembus pasar dunia melalui kualitas cerita, produksi, dan tema yang relevan secara universal.
