Selain itu, Novan juga meminta pemerintah untuk mengadakan pelatihan yang lebih spesifik dan relevan dengan tren pasar saat ini. Dengan demikian, masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya memiliki keterampilan tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.
"Jika kompetensi mereka ditingkatkan melalui pelatihan yang tepat, mereka tidak akan bergantung pada pekerjaan formal, tetapi bisa menjadi pelaku usaha mandiri," jelasnya.
Novan optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda, UMKM di Samarinda dapat berkembang pesat serta berkontribusi signifikan dalam menekan angka pengangguran dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Kuncinya adalah inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan program yang berpihak pada pengusaha lokal," pungkasnya.
(Adv)