
IDENESIA.CO – Skuad Setan Merah menunjukkan taringnya kembali di panggung tertinggi sepak bola Inggris. Rekor tak terkalahkan Manchester United kini menyentuh angka sepuluh pertandingan beruntun setelah mereka menumbangkan Everton dengan skor tipis 1-0. Kemenangan krusial pada Senin malam (24/2/2026) tersebut memastikan anak asuh Michael Carrick tetap nyaman menghuni zona Liga Champions.
Hasil positif di Goodison Park ini mempertegas kebangkitan signifikan klub asal Manchester tersebut. Para pemain menunjukkan determinasi tinggi sejak peluit awal berbunyi. Gol tunggal dalam laga tandang itu tidak hanya membawa pulang tiga poin, tetapi juga memberikan pesan kuat kepada para pesaing di papan atas klasemen Liga Primer Inggris musim 2025/2026.
Konsistensi Michael Carrick di Liga Primer Inggris
Keberhasilan menjaga rekor tak terkalahkan Manchester United dalam sepuluh laga terakhir merupakan buah manis dari tangan dingin Michael Carrick. Sang manajer berhasil meramu strategi yang membuat lini belakang tampil lebih disiplin dan lini depan lebih tajam. Saat ini, Manchester United mengoleksi 48 poin dari 27 pertandingan yang telah mereka jalani.
Koleksi poin tersebut menempatkan mereka pada peringkat keempat klasemen sementara. Posisi ini sangat strategis karena memberikan jaminan tiket menuju kompetisi elit Eropa musim depan. Manchester United kini unggul tiga angka dari Chelsea yang membayangi di urutan kelima. Persaingan memperebutkan posisi empat besar memang semakin memanas seiring mendekatnya akhir musim.
Setiap pemain memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga momentum positif ini. Mereka mampu meraih kemenangan penting, baik saat bermain di Old Trafford maupun ketika bertamu ke markas lawan. Peningkatan performa ini jauh berbeda jika kita membandingkannya dengan awal musim yang penuh tantangan. Sekarang, stabilitas menjadi kata kunci utama bagi kebangkitan Setan Merah.
Menatap Persaingan Ketat di Papan Atas Klasemen
Meskipun rekor tak terkalahkan Manchester United terlihat sangat impresif, tantangan besar masih membentang di depan mata. Arsenal saat ini masih memimpin takhta klasemen dengan raihan 61 poin. Manchester City menyusul di posisi kedua dengan 56 poin, sementara Aston Villa memberikan kejutan dengan menempati peringkat ketiga melalui koleksi 51 poin.
Jarak poin yang relatif rapat di antara penghuni empat besar menuntut kewaspadaan tinggi. Michael Carrick meminta para pemainnya untuk tidak cepat puas dengan pencapaian sepuluh laga tanpa kalah. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dalam setiap sesi latihan dan pertandingan. Kelengahan kecil bisa berakibat fatal karena tim-tim seperti Chelsea dan Newcastle United terus mengintai dari posisi bawah.
Statistik menunjukkan bahwa pertahanan Manchester United menjadi faktor kunci dalam rentetan hasil positif ini. Kiper dan barisan bek bekerja sama dengan sangat apik untuk mencegah lawan mencetak gol. Koordinasi yang rapi di lini tengah juga memudahkan transisi permainan dari bertahan ke menyerang, sehingga lawan sulit menemukan celah untuk melakukan serangan balik.
Napak Tilas Sejarah dan Rekor Fantastis Setan Merah
Catatan mengenai rekor tak terkalahkan Manchester United sebenarnya bukanlah hal baru bagi publik teater impian. Klub ini memiliki sejarah panjang dalam membangun dominasi di Liga Inggris. Para pendukung tentu masih ingat memori musim 2016-2017 saat tim mencatatkan 25 laga tanpa kekalahan. Sejarah tersebut menjadi inspirasi bagi skuad saat ini untuk terus melangkah lebih jauh.
Rekor domestik yang paling membanggakan terjadi pada periode April 2010 hingga Februari 2011. Saat itu, Manchester United tidak menyentuh kekalahan dalam 29 pertandingan liga secara beruntun. Selain itu, mereka juga pernah mengukir sejarah dengan 28 pertandingan tandang tanpa kekalahan yang menjadi rekor luar biasa di Liga Primer.
Jika menilik lebih jauh ke belakang, keangkeran Old Trafford juga pernah mencapai puncaknya antara tahun 1964 hingga 1966. Pada periode emas tersebut, Setan Merah tidak terkalahkan dalam 40 pertandingan di semua kompetisi saat bermain di kandang sendiri. Tradisi kuat inilah yang kini coba dibangkitkan kembali oleh Michael Carrick dan staf kepelatihannya.
Menjaga Momentum Menuju Akhir Musim 2026
Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana Manchester United mempertahankan konsistensi mereka. Memasuki sisa kompetisi yang krusial, kebugaran pemain menjadi prioritas utama tim medis. Jadwal yang padat menuntut rotasi pemain yang cerdas agar intensitas permainan tetap terjaga di level tertinggi.
Pihak manajemen klub merasa optimis bahwa tren positif ini akan berlanjut hingga akhir musim. Dukungan penuh dari para suporter setia juga memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan. Jika mereka mampu mempertahankan rekor tak terkalahkan Manchester United, tiket Liga Champions bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kepastian.
Kesimpulannya, kemenangan atas Everton menjadi bukti nyata bahwa Manchester United telah kembali ke jalur yang benar. Dengan taktik yang matang dan mentalitas juara, Setan Merah siap menghadapi siapa pun lawan yang menghadang di sisa jadwal Liga Primer Inggris tahun ini. Fokus dan disiplin akan menentukan apakah mereka mampu naik lebih tinggi lagi di tabel klasemen atau tetap bertahan di zona aman empat besar.
(Redaksi)
