IDENESIA.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militer negaranya berhasil mengamankan distribusi lebih dari 100 juta barel minyak melalui Selat Hormuz setelah menjalankan operasi rahasia di jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump menyampaikan klaim itu melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (10/6). Menurut dia, operasi yang berlangsung bulan lalu itu melibatkan pengawalan lebih dari 200 kapal tanker minyak dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
“Bulan lalu, saya mengarahkan militer AS yang hebat untuk melaksanakan misi rahasia guna mendukung kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintasi Selat Hormuz,” tulis Trump, dikutip dari Fox News.
Trump Sebut Operasi Rahasia AS Kawal 200 Kapal di Selat Hormuz
Trump mengatakan operasi tersebut memungkinkan lebih dari 100 juta barel minyak masuk ke pasar global tanpa gangguan. Ia juga mengklaim lebih dari 200 kapal komersial berhasil melintasi kawasan itu dengan aman.
“Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa upaya ini telah menyebabkan lebih dari 100 juta barel minyak berhasil melintasi Selat Hormuz dan masuk ke pasar terbuka. Lebih dari 200 kapal komersial berhasil melewati Selat dengan aman,” ujarnya.
Dalam unggahan yang sama, Trump menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz berada di tangan Amerika Serikat, bukan Iran.
“Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AMERIKA SERIKAT MENGENDALIKAN Selat Hormuz, BUKAN Iran,” tulisnya.
Trump juga melontarkan kritik keras terhadap Teheran. Menurut dia, kemampuan militer dan kondisi ekonomi Iran telah melemah akibat tekanan yang terus berlangsung.
Ketegangan AS dan Iran Kembali Memanas
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Situasi memanas setelah sebuah helikopter Apache milik AS ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz pada awal pekan ini. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu memicu aksi saling serang antara kedua negara.
AS kemudian menyerang sejumlah sistem pertahanan udara dan radar Iran di sekitar Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke beberapa pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
Sebelumnya, Trump juga mengancam akan mengambil tindakan militer besar terhadap Iran apabila pemerintah Teheran tidak segera menyepakati perjanjian dengan Washington.
Ledakan Dilaporkan Terjadi di Sejumlah Kota Iran
Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah warga melaporkan adanya ledakan di beberapa wilayah Iran pada Kamis (11/6) dini hari.
Laporan tersebut menyebut ledakan terdengar di Sirik, Kangan, Bandar Abbas, dan Minab. Hingga kini, otoritas Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab insiden tersebut.
Perkembangan terbaru itu semakin menambah kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas keamanan di kawasan Teluk, terutama karena Selat Hormuz menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.
(Redaksi)