Advertorial

Tujuh Mobil Tangki dan 40 Pompa Air Dikerahkan Untuk Padamkan Kebakaran di SMPN 2 Samarinda

IDENESIA.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan api yang melalap bangunan SMPN 2 Samarinda, Rabu (2/4).

Petugas gabungan berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjuang selama 40 menit di lokasi kejadian. Peristiwa yang terjadi pada sore hari tersebut menghanguskan sedikitnya delapan ruang kelas pada bangunan berlantai dua.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, memberikan keterangan resmi terkait penanganan musibah ini.

Ia menjelaskan bahwa laporan kebakaran masuk pada pukul 15.20 Wita. Lokasi kebakaran berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, yang merupakan kawasan padat aktivitas.

Kerja Cepat Tim Gabungan di SMPN 2 Samarinda

Pemerintah kota menurunkan tujuh unit mobil tangki pemadam kebakaran untuk melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain.

Selain unit mobil tangki, puluhan mesin pompa portabel turut memperkuat operasi pemadaman di area sekolah tersebut. Sinergi antara petugas pemerintah dan relawan menjadi kunci keberhasilan pemadaman yang relatif singkat ini.

“Upaya pemadaman berlangsung selama 40 menit dengan melibatkan tujuh unit mobil tangki pemadam dari pemerintah dan unsur satuan pemadam swasta,” kata Hendra AH saat memberikan keterangan di Samarinda.

Tim pemadam di lapangan juga menerima bantuan tambahan berupa 20 unit mesin pompa portabel. Kelompok relawan Kota Samarinda mengoperasikan mesin-mesin tersebut untuk menjangkau titik api yang sulit.

Total terdapat sekitar 40 pompa air yang bekerja simultan guna memastikan api benar-benar padam hingga ke dasar material bangunan.

Kondisi Bangunan dan Keselamatan Siswa

Pihak pemadam kebakaran mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan cukup signifikan pada struktur utama gedung. Api melalap habis lantai dua bangunan yang berfungsi sebagai ruang belajar siswa.

Meski kerusakan material terlihat berat, Hendra memastikan tidak ada satu pun orang yang menjadi korban dalam peristiwa di SMPN 2 Samarinda ini.

“Satu bangunan berlantai dua yang terdiri atas delapan ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat kebakaran,” ujar Hendra.

Ia juga menambahkan, bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Tidak adanya korban tersebut dipastikan karena seluruh area gedung sekolah dalam keadaan kosong tanpa kegiatan belajar mengajar saat kebakaran terjadi”, Jelas Hendra.

Kondisi gedung yang kosong saat sore hari memudahkan petugas melakukan penyisiran ke setiap sudut ruangan. Petugas memastikan tidak ada siswa maupun guru yang terjebak di dalam kobaran api saat insiden berlangsung.

Kendala Lapangan dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Operasi pemadaman di gedung SMPN 2 Samarinda berjalan sangat lancar tanpa hambatan teknis yang berarti. Petugas gabungan menemukan akses jalan yang memadai sehingga mobil tangki dapat mendekat langsung ke titik api.

Selain itu, suplai air dari pompa portabel relawan mengalir stabil selama proses penanggulangan.

Dugaan sementara pihak berwenang mengarah pada masalah kelistrikan sebagai pemicu awal api. Petugas melihat indikasi kuat adanya arus pendek listrik atau korsleting yang bermula dari lantai dua bangunan.

Namun, tim identifikasi masih memerlukan waktu untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam.

“Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi mendapat pengamanan langsung dari personel Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Kota Samarinda,” sebut Hendra.

Personel Kepolisian saat ini sedang menjalankan penyelidikan lanjutan guna memastikan penyebab pasti munculnya api.

Penanganan darurat ini melibatkan banyak pihak lintas instansi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga tim medis Info Taruna Samarinda bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Petugas PLN juga memutus aliran listrik di sekitar sekolah guna menjamin keamanan seluruh personel yang bertugas memadamkan sisa-sisa api.

(Redaksi)

Show More
Back to top button