
IDENESIA.CO – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) memberikan klarifikasi resmi mengenai pencatutan nama institusi mereka. Kasus ini mencuat setelah nama kedua kampus tersebut tercantum dalam dokumen abstrak penelitian yang terindikasi sebagai dugaan riset palsu ISSPD pada konferensi internasional di Kopenhagen, Denmark.
Pihak manajemen UNY langsung memeriksa keabsahan struktur kelembagaan setelah menemukan dokumen dokumen tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi internal, manajemen memastikan bahwa unit kerja kedokteran yang tertulis dalam dokumen ilmiah milik oknum peneliti itu tidak pernah ada di lingkungan kampus mereka.
Wakil Rektor UNY Bidang Akademik, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, menjelaskan bahwa institusinya segera menyadari kejanggalan tersebut saat menerima laporan dokumen. Nur Hidayanto mengonfirmasi bahwa Rifaldy Fajar mencantumkan afiliasi berupa Departemen Transplantasi Hati UNY. Nur Hidayanto langsung tidak mempercayai informasi tersebut karena selaku Wakil Rektor mengetahui bahwa UNY tidak memiliki departemen maupun laboratorium kedokteran itu.
Meskipun demikian, pihak manajemen kampus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Otoritas kampus masih membuka ruang komunikasi bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara resmi mengenai latar belakang penggunaan nama institusi tersebut.
Nur Hidayanto menambahkan bahwa pihak kampus tetap menghormati hak Rifaldy Fajar melalui proses klarifikasi nantinya. Menurut Nur Hidayanto, oknum tersebut tidak menegaskan status kepesertaan sebagai alumni UNY dalam suratnya, melainkan hanya menyampaikan permohonan maaf karena telah memakai nama lembaga-lembaga pendidikan ini. Sampai saat ini, manajemen UNY belum mendapatkan jawaban dari tiga orang terduga alumni yang dihubungi.
Universitas Muhammadiyah Bulukumba Pastikan Status Peneliti Hanya Alumni
Pernyataan bantahan juga datang dari manajemen UMB di Sulawesi Selatan terkait dokumen ilmiah dalam perkara dugaan riset palsu ISSPD ini. Pimpinan kampus meluruskan status kepegawaian salah satu oknum peneliti yang namanya sering muncul dalam portofolio digital bersama Rifaldy Fajar.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB, Ilmar Andi Achmad, menyatakan bahwa Elfiany Syafruddin merupakan alumni yang masuk melalui jalur mahasiswa pindahan pada Program Studi Bahasa Indonesia saat kampus masih berstatus STKIP Muhammadiyah Bulukumba. Berdasarkan data pangkalan akademik, Elfiany Syafruddin telah lulus pada Semester Genap Tahun Akademik 2010/2011.
Pihak kampus menegaskan bahwa tidak ada ikatan kerja atau status akademik aktif antara oknum yang bersangkutan dengan institusi saat ini. Manajemen menganggap tindakan klaim sepihak tersebut melanggar prosedur penulisan karya ilmiah.
Ilmar Andi Achmad menegaskan bahwa Elfiany Syafruddin saat ini bukan merupakan dosen, staf peneliti, ataupun mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Menurut Ilmar, status yang bersangkutan murni hanya sebagai alumni. Ilmar menjelaskan bahwa aturan publikasi ilmiah tidak membenarkan seorang alumni memakai nama almamater sebagai afiliasi institusi, kecuali jika statusnya masih menjadi mahasiswa aktif atau staf resmi. Pihak UMB memandang tindakan pencatutan ini sebagai bentuk pemalsuan identitas akademik yang memberikan dampak buruk bagi nama baik institusi.
(Redaksi)

