Larangan pengkhususan puasa di hari Jumat, dijelaskan pula dalam kitab 'Syarah Muslim li an Nawawi', juz ke-VIII halaman 19:
'Telah berkata para ulama, "Dan hikmah (rahasia) yang terkandung dalam mencegah darinya, ialah karena hari Jumat adalah hari berdoa, dzikir dan ibadah, maka mandi berpagi-pagi menuju masjid untuk shalat, mendengarkan khotbah, perbanyak dzikir setelahnya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Jumuah ayat 10 tentang anjuran ibadah di hari Jumat:
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Arab-Latin: Fa iżā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantasyirụ fil-arḍi wabtagụ min faḍlillāhi ważkurullāha kaṡīral la'allakum tufliḥụn
Artinya: "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Kesimpulannya hikmah dimakruhkannya berpuasa di hari Jumat agar tidak lemah untuk melaksanakan amal ibadah pada hari Jumat, Wallhualam.
(Redaksi)