Menurutnya, pemilihan lokasi harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat, seperti yang pernah terjadi di Kota Bekasi akibat suara bising dari mesin insinerator.
Selain itu, ia mendesak agar DPRD dan masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap proyek ini, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, guna memastikan transparansi dan efektivitas program tersebut.
"Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa teknologi yang digunakan beremisi karbon rendah. Namun, kami ingin ada penjelasan rinci agar masyarakat merasa tenang," tambahnya.
DPRD Samarinda juga meminta Pemkot untuk membuka akses informasi terkait spesifikasi teknologi insinerator, dampak jangka panjang terhadap lingkungan, serta sistem pengelolaan emisi.
(Adv)