Minggu, 16 Juni 2024

Sosok Presiden Iran Ebrahim Raisi, Ulama Garis Keras Pembela Kemanusiaan di Gaza

Senin, 20 Mei 2024 22:15

POTRET - Adapun delapan orang lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian juga meninggal dalam insiden ini./ Foto: Istimewa

IDENESIA.CO - Presiden Iran, Ebrahim Raisi adalah ulama garis keras yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Terpilihnya Raisi sebagai presiden pada tahun 2021 mengkonsolidasikan kontrol kaum konservatif di seluruh wilayah Republik Islam.

Lahir pada tahun 1960 di Masyhad, ia mengikuti jejak ayahnya, seorang ulama, dan mulai mengikut pendidikan agama ketika ia berusia 15 tahun.

Dia turut berdemonstrasi menentang Shah yang didukung Barat, yang digulingkan pada tahun 1979, ketika masih menjadi mahasiswa dan kemudian menjadi wakil jaksa di Teheran pada usia 25 tahun.

Pada akhir tahun 1980-an, ia duduk di pengadilan rahasia yang diyakini telah menjatuhkan hukuman mati terhadap ribuan tahanan politik dalam apa disebut sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan" menurut kelompok hak asasi manusia.

Raisi menggantikan Hassan Rouhani sebagai presiden setelah jajak pendapat yang menunjukkan banyak kandidat moderat dan reformis dilarang dan mayoritas pemilih menolaknya.

Dia mengambil alih kekuasaan ketika Iran sedang menghadapi banyak tantangan, namun masa jabatannya didominasi oleh protes anti-pemerintah serta perang yang terjadi di Gaza saat ini.

Ebrahim Raisi Meninggal Dalam Kecelakaan Helikoter 

- Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal dunia usai helikopternya jatuh di wilayah pegunungan Azerbaijan Timur. Kabar ini membuat dunia berduka.

Dilansir AFP, Senin (20/5/2024), kecelakaan ini terjadi pada Minggu (19/5). Media Iran menyatakan Raisi meninggal setelah helikopternya jatuh.

"Presiden Republik Islam Iran, Ayatollah Ebrahim Raisi, mengalami kecelakaan saat bertugas dan menjalankan tugasnya untuk rakyat Iran dan menjadi syahid," kata kantor berita lokal Mehr, dan outlet lainnya dalam laporannya.

Adapun delapan orang lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian juga meninggal dalam insiden ini.

Apa reaksi dari negara-negara lain?

Halaman 
Tag berita:
IDEhabitat