
IDENESIA.CO – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menutup perjalanan panjang mereka dengan pencapaian tertinggi di Asian Games 2026. Pasangan ganda putra Indonesia itu meraih medali emas setelah menundukkan Liang Weikeng/Wang Chang dari China dalam laga final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026).
Leo/Daniel harus melewati pertandingan tiga gim untuk memastikan kemenangan. Mereka kalah 18-21 pada gim pertama, lalu bangkit dan mengambil gim kedua dengan skor 21-13. Pada gim penentuan, Leo/Daniel kembali tampil efektif dan menang 21-18.
Keberhasilan tersebut memiliki arti khusus bagi keduanya. Sebelum kembali tampil bersama, Leo dan Daniel sempat menjalani perjalanan masing-masing. Mereka berpisah sebagai pasangan pada 2024 dan kembali dipertemukan sebelum menghadapi Asian Games 2026.
Perjalanan Leo/Daniel Berubah Sejak 2024
Perubahan pasangan terjadi setelah Leo/Daniel menjuarai Indonesia Masters 2024. Saat itu, pelatih ganda putra Aryono Miranat melakukan evaluasi dan menyusun kembali komposisi pasangan ganda putra Indonesia.
Indonesia Open 2024 menjadi turnamen terakhir Leo/Daniel sebelum berpisah. Setelah itu, Daniel berduet dengan Muhaad Shohibul Fikri. Sementara itu, Leo menjalani pertandingan bersama Bagas Maulana.
Daniel kemudian menghadapi masalah cedera. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani masa pemulihan dan absen dari sejumlah pertandingan. Ia baru kembali setelah hampir satu tahun menjalani proses pemulihan.
Kembalinya Daniel membuka peluang untuk membangun kembali duet dengan Leo. PBSI kemudian mengambil keputusan untuk memasangkan mereka lagi. Pada saat yang sama, performa Leo/Bagas belum menunjukkan konsistensi dalam sejumlah turnamen.
Keputusan tersebut membuat Leo/Daniel kembali mendapatkan kesempatan untuk membangun kerja sama. Mereka kemudian memulai perjalanan baru sebagai pasangan pada 2026.
Leo/Daniel Bangkit Lewat Dua Gelar
Thailand Open 2026 menjadi panggung pertama Leo/Daniel setelah kembali berduet. Mereka langsung memberikan hasil positif dengan merebut gelar juara.
Prestasi itu menjadi awal penting bagi pasangan tersebut. Leo dan Daniel kembali mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan permainan setelah sebelumnya menjalani periode dengan pasangan berbeda.
Namun, performa mereka belum selalu stabil. Leo/Daniel sempat melewati empat turnamen tanpa hasil sesuai harapan. Mereka kemudian kembali menemukan momentum saat mengikuti Taipei Open 2026.
Di turnamen tersebut, Leo/Daniel kembali keluar sebagai juara. Hasil itu memperkuat posisi mereka dalam persaingan ganda putra dan membuka kesempatan untuk tampil di Asian Games 2026.
PBSI kemudian memasukkan Leo/Daniel ke dalam tim Indonesia untuk nomor beregu putra dan perorangan. Kesempatan tersebut akhirnya menghasilkan rangkaian prestasi penting.
Sumbang Poin Penting untuk Indonesia
Pada nomor beregu putra, Leo/Daniel menunjukkan kontribusi dalam perjalanan Indonesia menuju medali emas. Mereka dua kali menyumbangkan poin kemenangan untuk tim Merah Putih.
Pada semifinal, Leo/Daniel menghadapi Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga dari Thailand. Mereka menyelesaikan pertandingan dalam dua gim dengan skor 21-15 dan 21-13.
Kemenangan tersebut membantu Indonesia mencapai partai final. Di laga puncak, Indonesia kemudian menghadapi China.
Leo/Daniel kembali mendapat tugas penting. Mereka bertemu He Ji Ting/Liu Yi dalam kondisi Indonesia masih tertinggal dalam perolehan angka.
Leo/Daniel mampu mengatasi tekanan tersebut. Mereka menang 23-21 dan 21-10. Hasil itu membuat kedudukan berubah menjadi 1-1 setelah Indonesia sebelumnya tertinggal 1-2.
Indonesia akhirnya menyelesaikan pertandingan dan merebut emas beregu putra. Bagi Leo/Daniel, hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri sebelum turun dalam nomor perorangan.
Leo/Daniel Hadapi Dua Pasangan Top
Perjalanan Leo/Daniel pada nomor perorangan kembali berlanjut hingga semifinal. Mereka harus menghadapi pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Kim/Seo merupakan pasangan yang berada di peringkat satu dunia. Namun, Leo/Daniel mampu mengatasi pertandingan tersebut tanpa kehilangan gim.
Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-14. Kemenangan itu membawa Leo/Daniel ke final dan mempertemukan mereka dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
Pertandingan final berlangsung dalam tiga gim. Leo/Daniel kehilangan gim pertama dengan skor 18-21. Mereka kemudian memperbaiki permainan dan menyamakan kedudukan setelah menang 21-13.
Pada gim ketiga, persaingan berlangsung ketat. Leo/Daniel akhirnya mampu mengamankan kemenangan 21-18.
Hasil tersebut memastikan medali emas untuk Leo/Daniel. Pencapaian itu sekaligus menandai akhir dari perjalanan panjang mereka sejak berpisah pada 2024.
Setelah kembali dipasangkan, menghadapi masa penyesuaian, dan melewati sejumlah pertandingan dengan hasil beragam, Leo/Daniel akhirnya mencapai podium tertinggi Asian Games 2026.
(Redaksi)

